Danantara Gabung Manajer Aset Himbara Ikuti Model Sukses BSI

Ilustrasi Danantara
Penulis: Ibtihal
Minggu, 12 April 2026 | 16:07:37 WIB

JAKARTA - Perubahan besar tengah disiapkan dalam lanskap industri keuangan nasional, khususnya pada sektor pengelolaan aset milik negara.

Upaya konsolidasi yang dilakukan melalui Danantara Indonesia menjadi langkah strategis untuk mendorong efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.

Alih-alih berjalan secara terpisah di bawah masing-masing bank BUMN, unit pengelolaan aset kini diarahkan untuk berada dalam satu wadah yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini mencerminkan strategi yang sebelumnya diterapkan pada sektor perbankan syariah nasional.

Langkah tersebut tidak sekadar bersifat administratif, tetapi merupakan bagian dari transformasi struktural yang diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri investasi global.

Dengan nilai transaksi yang mencapai triliunan rupiah, kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting dalam reformasi BUMN sekaligus mencerminkan arah baru pengelolaan aset negara yang lebih terkoordinasi dan profesional.

Langkah Konsolidasi Aset Di Bawah Kendali Danantara

Sebagai sovereign wealth fund, Danantara Indonesia tengah mendorong penyatuan sejumlah perusahaan pengelola aset milik bank-bank Himbara ke dalam satu entitas. Skema ini menyerupai model konsolidasi yang pernah dilakukan pemerintah ketika menggabungkan unit usaha syariah bank-bank pelat merah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Dalam proses tersebut, Danantara telah mengambil langkah untuk mengakuisisi unit manajemen investasi dari beberapa bank BUMN. Di antaranya mencakup entitas yang sebelumnya berada di bawah Bank Rakyat Indonesia, serta pengelola aset milik Bank Negara Indonesia dan Bank Mandiri.

Secara keseluruhan, nilai transaksi dari rangkaian aksi korporasi tersebut diperkirakan mencapai kisaran Rp 2,7 triliun atau setara lebih dari 150 juta dolar AS, berdasarkan data yang tercatat di pasar modal.

Alasan Strategis Di Balik Penggabungan Entitas

Managing Director Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa langkah akuisisi ini bertujuan membentuk entitas baru yang berdiri secara mandiri dan tidak lagi berada di bawah struktur perbankan.

Ia menilai pendekatan ini serupa dengan pembentukan BSI beberapa tahun lalu, yang dinilai berhasil memperkuat skala bisnis dan efisiensi operasional setelah penggabungan dilakukan.

Menurutnya, ketika sebuah entitas telah mencapai skala tertentu, kemandirian menjadi penting agar proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat tanpa harus melalui birokrasi yang panjang dari perusahaan induk. Hal tersebut diyakini akan memberikan fleksibilitas manajerial yang lebih besar dalam menghadapi dinamika pasar.

Proses Akuisisi Dan Tahapan Selanjutnya

Meski demikian, pihak Danantara belum merinci secara detail proyeksi nilai aset setelah proses penggabungan selesai. Informasi terkait target jangka waktu maupun strategi lanjutan juga masih menunggu perkembangan berikutnya, termasuk persetujuan dari regulator.

Sejak awal pembentukannya, Danantara memang menargetkan penyederhanaan struktur BUMN secara bertahap guna meningkatkan efisiensi, termasuk melalui konsolidasi berbagai entitas yang memiliki fungsi serupa.

Perwakilan dari Bank Rakyat Indonesia juga menyampaikan bahwa pengalihan kepemilikan unit manajemen investasi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem BUMN secara menyeluruh.

Dampak Konsolidasi Terhadap Ekosistem BUMN Nasional

Langkah ini diharapkan dapat melahirkan perusahaan pengelola aset yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif, sekaligus mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih optimal dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan efisiensi, integrasi ini juga berpotensi memperkuat tata kelola perusahaan serta mempercepat respons terhadap perubahan pasar. Dengan demikian, entitas hasil konsolidasi diharapkan mampu bersaing tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga di kancah global.

Melalui arah kebijakan ini, Danantara berupaya menghadirkan model pengelolaan aset negara yang lebih modern, fleksibel, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Reporter: Ibtihal