Danantara Tinjau Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Palembang

ILUSTRASI, Danantara
Selasa, 21 April 2026 | 22:25:05 WIB

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara melakukan peninjauan intensif guna memastikan kesiapan operasional proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Palembang.

Langkah strategis ini diambil guna mempercepat transisi energi nasional melalui pengelolaan limbah perkotaan yang lebih modern dan juga berkelanjutan.

Director of Investment Danantara Indonesia Fadli Rahman menyatakan bahwa proyek tersebut kini telah resmi masuk ke dalam skema Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Peralihan skema ini menjadi momentum penting bagi sektor investasi strategis nasional untuk memperkuat struktur pembiayaan infrastruktur energi hijau di daerah.

Fadli Rahman menjelaskan bahwa pihaknya kini terus bergerak cepat bersama jajaran Pemerintah Kota Palembang demi menuntaskan seluruh proses administrasi tahun ini.

Akselerasi Infrastruktur Hijau dan Dampak Ekonomi Nasional

Dalam kunjungannya ke lokasi proyek di Keramasan Kertapati pada Senin 20 April 2026 kemarin Fadli menegaskan komitmen Danantara dalam mengawal proyek skala prioritas tersebut.

Peninjauan ini juga dilakukan bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa untuk melihat langsung perkembangan fisik yang telah mencapai angka 81 persen.

Realisasi pembangunan yang sangat progresif ini menunjukkan sinergi yang solid antara pemerintah pusat daerah serta para pelaku usaha sektor energi terbarukan.

Fadli menilai bahwa Kota Palembang telah memenuhi kriteria teknis dan manajerial yang sangat baik dalam upaya pengendalian sampah melalui sistem PSEL.

Investasi pada proyek PSEL ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan namun juga menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Melalui integrasi teknologi tinggi pengelolaan sampah akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kemandirian energi regional.

Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Inovasi Teknologi

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan apresiasi mendalam terhadap dukungan Danantara dalam mempercepat operasional fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik tersebut.

Dewa menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dan dampak sosial bagi warga Palembang melalui penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal di proyek ini.

"Kami sangat berharap pihak pengembang dapat memprioritaskan tenaga kerja dari putra daerah agar manfaat ekonomi proyek ini dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Selain itu teknologi yang diimplementasikan harus dipastikan ramah lingkungan serta mampu mengolah volume sampah yang terus meningkat setiap harinya di Palembang.

Hal ini sejalan dengan target Presiden yang mencanangkan bahwa dalam tiga tahun ke depan tidak boleh ada lagi penumpukan sampah yang terbengkalai.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi percontohan nasional bagi kota-kota lain di Indonesia dalam membangun sistem tata kelola sampah yang modern dan produktif.

Target Operasional Oktober 2026 dan Efisiensi Manajemen Proyek

Pemerintah optimistis bahwa proyek PSEL Palembang akan mulai beroperasi secara penuh pada Oktober 2026 mendatang sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Manager PT Indo Green Power Satriawan Ming selaku pihak pengembang mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan percepatan pengerjaan di berbagai sisi teknis.

"Kami terus mengebut penyelesaian konstruksi dan instalasi mesin agar fasilitas ini segera dapat memberikan manfaat listrik bagi masyarakat luas," ungkap Satriawan.

Satriawan juga memastikan bahwa program pelatihan bagi tenaga kerja lokal telah dilaksanakan agar mereka siap mengoperasikan teknologi canggih di dalam pabrik.

Koordinasi yang intens antara Danantara Pemkot Palembang dan kontraktor swasta menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi serta ketepatan waktu pengerjaan proyek.

Fasilitas PSEL ini nantinya akan memiliki kapasitas pengolahan yang signifikan sehingga mampu mereduksi volume sampah di tempat pembuangan akhir secara drastis.

Pusat Edukasi Lingkungan dan Pembinaan UMKM Lokal

Selain fungsi utamanya sebagai instalasi energi proyek PSEL ini juga dirancang untuk menjadi pusat edukasi lingkungan bagi generasi muda di Sumatera Selatan.

Para siswa dan mahasiswa dapat mempelajari proses konversi energi dan manajemen limbah secara langsung melalui fasilitas yang tersedia di lokasi proyek tersebut.

Keberadaan PSEL juga diproyeksikan mampu membina pelaku usaha mikro kecil dan menengah melalui program kemitraan berkelanjutan yang dikelola oleh manajemen.

Danantara akan terus memantau perkembangan proyek ini secara berkala untuk memastikan seluruh standar operasional dan aspek keselamatan kerja tetap terpenuhi dengan baik.

Transparansi dalam pengelolaan proyek menjadi prioritas utama guna menarik lebih banyak minat investor domestik maupun global pada sektor energi terbarukan Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak proyek PSEL Palembang siap menjadi tonggak sejarah baru dalam industri pengelolaan sampah dan energi nasional.

Integrasi antara kebijakan strategis pusat dan eksekusi tepat sasaran di lapangan diharapkan mampu mewujudkan target net zero emission yang telah dicanangkan.

Penyelesaian proyek ini pada akhir tahun 2026 akan menjadi kado istimewa bagi pembangunan infrastruktur hijau berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan