Outstanding Paylater Allo Bank Tumbuh Lebih dari 20 Persen Kuartal I-2026

ILUSTRASI, PT Allo Bank (Sumber Gambar : keuangan.kontan.co.id)
Jumat, 08 Mei 2026 | 12:36:43 WIB

JAKARTA – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) terus meningkatkan ekspansi bisnis buy now pay later (BNPL). Produk layanan ini kian diminati oleh para nasabah lantaran prosesnya yang instan serta praktis.

Head of Digital Strategy Allo Bank, Destya D. Pradityo menyampaikan bahwa perkembangan bisnis BNPL di bank tersebut menunjukkan tren positif di berbagai aspek. Salah satu indikatornya adalah outstanding BNPL Allo Bank yang mengalami kenaikan lebih dari 20% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal 1-2026.

Meski demikian, Destya tidak merinci angka nominal pasti dari total outstanding BNPL tersebut. Ia menjelaskan bahwa kenaikan outstanding BNPL Allo Bank ditopang oleh transaksi para nasabah ritel untuk memenuhi kebutuhan utilitas.

Selain itu, Destya juga mengungkapkan bahwa total pengguna BNPL Allo Bank kini sudah menembus angka lebih dari 2,3 juta nasabah. Menurut pandangannya, kemudahan dalam mengakses layanan ini menjadi faktor utama percepatan pertumbuhan jumlah nasabah.

"Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa BNPL masih menjadi salah satu produk yang relevan bagi nasabah, terutama karena menawarkan kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, dan integrasi langsung dengan aktivitas digital kami," kata Destya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun menunjukkan pertumbuhan yang cukup agresif, Destya meyakinkan bahwa kualitas portofolio BNPL Allo Bank tetap dalam kondisi yang terjaga. Ia menyebutkan bahwa langkah ekspansi yang diterapkan untuk produk BNPL masih berada dalam batas-batas yang aman.

Untuk masa mendatang, Destya mengatakan bahwa BNPL bakal menjadi salah satu pilar utama penopang pertumbuhan kredit digital di Allo Bank. Ia menegaskan bahwa pihak bank akan terus mendorong pertambahan jumlah pengguna sekaligus melengkapi fitur layanan dari produk BNPL mereka.

Sementara itu, data di level industri juga memperlihatkan adanya kenaikan BNPL pada sektor perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga Maret 2026, baki debet kredit BNPL tercatat tumbuh 24,2% dengan nilai mencapai Rp 28,3 triliun dan total pengguna sebanyak 30,81 juta nasabah.

Reporter: Gemilang Ramadhan