Bursa Saham AS Menguat, Indeks S&P 500 Naik 1,1 Persen

Ilustrasi S&P500 (Gambar: NET)
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:50:20 WIB

JAKARTA – Saham-saham di bursa AS atau Wall Street berakhir melonjak pada perdagangan hari Rabu (20/5/2026), seiring langkah para pelaku pasar yang bersiap menghadapi aktivitas perdagangan kecerdasan buatan (AI) dari korporasi Nvidia.

Melansir informasi dari laman Investing pada Kamis (21/5/2026), pelemahan pada harga obligasi terpantau mulai stabil sehingga ikut menurunkan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS serta meredakan tekanan yang ada di pasar saham. 

Gairah pasar pun turut terangkat berkat adanya pernyataan dari Presiden Donald Trump yang menyebutkan bahwa AS kini tengah berada dalam "tahap akhir" pembicaraan damai dengan Iran, mengacu pada laporan resmi Gedung Putih.

Indeks acuan S&P 500 tercatat menguat 1,1 persen dan berakhir pada level 7.432,24 poin, sementara NASDAQ Composite yang didominasi oleh pergerakan saham teknologi terangkat 1,6 persen menuju posisi 26.270,36 poin, serta indeks Dow Jones Industrial Average yang dihuni saham-saham blue-chip naik sebesar 1,3 persen dan mendarat di posisi 50.009,35 poin.

Di sudut lain, semenjak terjadinya lonjakan tren teknologi AI di penghujung tahun 2022, Nvidia sukses menjelma sebagai produsen utama untuk unit pemrosesan grafis (GPU) kelas atas serta mutakhir yang menopang AI, sekaligus merajai pasar perangkat keras AI. 

Nilai kapitalisasi pasar dari Nvidia melesat drastis dalam kurun waktu tiga tahun terakhir hingga menembus lebih dari USD 5 triliun. Oleh karena itu, publikasi laporan keuangan kuartalan mereka selalu menjadi momentum besar yang mampu menggerakkan pasar dan dipantau dengan sangat cermat.

Banyak korporasi teknologi skala besar telah memaparkan rencana mereka untuk menanamkan modal dalam jumlah besar guna membangun infrastruktur penunjang sistem AI. 

Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap tingkat pengembalian investasi Nvidia menjadi tergolong sangat tinggi. Adapun saham dari perusahaan tersebut berakhir menguat 1,3 persen lebih tinggi. 

Kehadiran laporan pendapatan dari Nvidia ini juga terjadi di tengah situasi sentimen Wall Street yang sedang tertekan, akibat belum adanya titik terang dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah serta maraknya aksi jual obligasi secara global.

Sementara itu, penurunan pada harga obligasi tersulut oleh adanya ekspektasi perihal percepatan kenaikan suku bunga acuan oleh jajaran bank sentral di berbagai penjuru dunia. 

Langkah tersebut diambil sebagai upaya meredam gejolak inflasi yang timbul akibat melambungnya harga minyak dunia. Di tengah situasi makro yang demikian, performa keuangan Nvidia memiliki potensi besar untuk menjadi stimulus positif bagi pergerakan pasar saham.

"Nvidia adalah saham AI terpenting, dan karena sebagian besar keuntungan pasar saham selama beberapa tahun terakhir didorong oleh kemampuan AI yang luar biasa, hasil laporan pendapatan hari Rabu sangat berarti bagi pasar ini," kata James Demmert, Kepala Investasi di Main Street Research sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan