Saham RMKE Anjlok 53 Persen, Tetap Bagi Dividen Rp130 Miliar

tambang batu bara (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:50:16 WIB

JAKARTA - Harga saham perusahaan yang bergerak di bidang logistik batu bara, PT RMK Energy Tbk (RMKE), terlihat mengalami penurunan yang sangat mendalam hingga memasuki bulan Mei 2026. Kendati demikian, terdapat sebuah kabar baik bagi para investor karena para pemegang saham RMKE dipastikan akan tetap mendapatkan pembagian dividen.

Pada penutupan perdagangan hari Kamis, 21 Mei 2026, posisi saham RMKE berada pada level Rp 2.760. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 430 poin atau melemah 13,48% jika dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Apabila dihitung sejak awal tahun 2026, harga saham perusahaan penyedia jasa logistik batu bara ini secara kumulatif telah menyusut sebesar Rp 3.190 atau anjlok hingga 53,61%.

Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/5/2026), RMKE telah menetapkan pembagian dividen tunai dengan jumlah total mencapai Rp 130,9 miliar. 

Nilai alokasi dividen ini setara dengan 54,1% dari total keuntungan bersih yang didapatkan perseroan untuk tahun buku 2025. Dengan adanya keputusan ini, setiap investor bakal menerima dividen sebesar Rp 30 untuk per lembar saham yang mereka miliki.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyampaikan bahwa kebijakan pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi dari pihak manajemen kepada para pemegang saham di tengah tekanan tantangan industri komoditas batu bara serta kondisi ketidakpastian ekonomi global, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

“Pembagian dividen ini mencerminkan apresiasi perseroan kepada pemegang saham sekaligus komitmen menjaga pertumbuhan jangka panjang. Perseroan terus menjaga fundamental bisnis yang sehat di tengah dinamika industri batu bara,” ujar Vincent dalam RUPST RMKE di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Selain memberikan persetujuan terhadap agenda pembagian dividen, forum RUPST tersebut juga mengesahkan laporan tahunan perusahaan serta memberikan mandat untuk mengangkat kembali jajaran Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan berikutnya.

Fokus Pertumbuhan Bisnis RMKE

Vincent menjelaskan bahwa manajemen RMKE tetap optimis melihat prospek bisnis ke depan dengan mengandalkan dua sumber pendapatan utama, yakni di bidang jasa logistik batu bara dan bidang perdagangan komoditas. 

Menurut penjelasannya, percepatan bisnis perusahaan akan ditopang oleh pengoperasian area tambang baru yang terhubung secara langsung dengan infrastruktur jalan angkut (hauling road) milik RMKE, serta peningkatan volume logistik dari para mitra baru, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

“Kami masih optimistis dapat membukukan kinerja baik ke depan, dengan dua engine pendapatan jasa di area hulu dan hilir. Pertumbuhan akan didorong oleh penambahan tambang baru yang terhubung langsung dengan hauling road,” jelas Vincent.

Tidak hanya memperluas jangkauan pada sektor jasa logistik, RMKE juga terus mendorong peningkatan volume perdagangan batu bara yang berasal dari area pertambangan yang telah terintegrasi dengan jaringan infrastruktur kepunyaan perusahaan.

Profil Bisnis RMKE

Sebagai informasi tambahan, RMKE merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa logistik batu bara yang terintegrasi secara penuh berkat sokongan jalur kereta api serta infrastruktur hauling

Perusahaan yang pertama kali didirikan pada tanggal 22 Juni 2009 ini telah resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 November 2021.

Saat ini, RMKE mengoperasikan rantai logistik batu bara yang mencakup:

Hauling road dengan panjang jalur sepanjang 38 kilometer dari lokasi tambang menuju ke Stasiun Muat Gunung Megang.

Fasilitas untuk bongkar muat komoditas yang berada di Stasiun Simpang.

Hauling road dengan panjang lintasan sepanjang 8 kilometer yang menuju ke Pelabuhan Musi 2 Kramasan.

Di samping menjalankan bisnis utama di sektor jasa logistik, RMKE juga mengelola penjualan batu bara melalui anak usahanya yaitu PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), area tambang yang berada dalam satu grup, serta melibatkan pihak ketiga dengan menggunakan metode pembelian batu bara secara langsung di mulut tambang.

Melalui langkah nyata pembagian dividen yang mengambil porsi lebih dari setengah laba bersihnya, RMKE membuktikan komitmennya untuk selalu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, sembari tetap menjaga tren ekspansi bisnis melalui penguatan ekosistem logistik serta peningkatan volume penjualan komoditas batu bara.

Reporter: Gemilang Ramadhan