Saham CPIN Menguat Usai Rencana Pembagian Dividen Rp 3 Triliun

PT Charoen Pokphand Indonesia (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:50:16 WIB

JAKARTA – Nilai saham emiten di industri perunggasan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sukses berbalik arah menguat pada perdagangan Kamis 21 Mei 2026 seusai terkoreksi semenjak pembukaan tahun ini. Agenda pendistribusian dividen dengan total mendekati Rp 3 triliun bertindak sebagai salah satu stimulan utamanya. Lantas, apakah saham CPIN menarik untuk dikoleksi atau justru momentum untuk dilepas?

Nilai saham CPIN pada penutupan pasar Kamis 21 Mei 2026 bertengger di level Rp 4.270 atau terangkat 100 poin (2,40%) dalam basis harian. Langkah apresiasi ini menyudahi tren penurunan harga saham CPIN yang secara akumulatif sejak awal tahun 2026 sempat menyusut 270 poin atau turun 5,95%.

CPIN dijadwalkan mengalokasikan dividen tunai senilai Rp 2,95 triliun buat para pemegang sahamnya. Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika menjelaskan bahwa agenda pengucuran dividen tunai untuk buku tahunan 2025 tersebut selaras dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026 kemarin.

"Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 2.951.640.000.000 dan dividen per saham mencapai Rp 180 per saham," kata Hadijanto dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengacu pada harga penutupan terkini, tingkat yield dividen dari saham CPIN menyentuh 4,2%. Angka tersebut setara dengan dua kali lipat imbalan bunga deposito rupiah di bank konvensional yang rata-rata hanya berada di kisaran 2%.

Di bawah ini merupakan rincian jadwal lengkap distribusi dividen CPIN: Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Juni 2026 Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2026 Cum dividen di pasar tunai: 4 Juni 2026 Ex dividen di pasar tunai: 5 Juni 2026 Recording date: 4 Juni 2026 Pembayaran dividen tunai: 12 Juni 2026

Sementara itu, instrumen laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang melandasi pembagian dividen ini meliputi:

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk: Rp 5,63 triliun

Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya: Rp 33,96 triliun

Total ekuitas sebesar: Rp 34,15 triliun

Performa positif ini terpantau diteruskan pada tahun buku 2026. Merujuk laporan keuangan teranyar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) meraup pendapatan senilai Rp 19,95 triliun pada kuartal I-2026, atau melesat sebesar 12,7% secara year on year (YoY). Di samping itu, perolehan laba bersih korporasi terdata di angka Rp 2,63 triliun, alias naik 15,5% dari capaian kuartal sebelumnya.

Berlandaskan torehan prestasi tersebut, Alex Manoonpol dari UBS Sekuritas Indonesia menyematkan rekomendasi buy untuk saham CPIN dengan target harga dalam jangka waktu 12 bulan pada level Rp 6.200 per lembar saham.

Reporter: Gemilang Ramadhan