KREN Rencana Buyback Saham Maksimal 10 Persen Gunakan Kas Internal

ILUSTRASI, Logo PT Quantum Clovera Investama (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 22 Mei 2026 | 13:34:59 WIB

JAKARTA – PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) mempunyai rencana untuk melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham. Untuk melancarkan aksi tersebut, perseroan telah menyiapkan dana segar maksimal sebesar Rp50 miliar, yang mana langkah ini diambil sebagai strategi korporasi dalam mendongkrak keyakinan para investor sekaligus mengembalikan pergerakan harga saham agar selaras dengan nilai wajarnya.

Mengacu pada laporan keterbukaan informasi emiten KREN yang dirilis di Jakarta pada hari Kamis (21/5), agenda buyback ini dijadwalkan akan diajukan terlebih dahulu demi memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada tanggal 24 Juni 2026. 

Berdasarkan rancangan awal, realisasi dari pembelian kembali saham ini bakal dieksekusi secara bertahap dengan jangka waktu paling lama 12 bulan setelah mengantongi izin dari RUPS-LB.

Pihak manajemen KREN memaparkan bahwa volume saham yang ditargetkan untuk dibeli kembali dibatasi maksimal sebesar 10 persen dari total modal yang ditempatkan serta disetor penuh oleh perseroan. 

Alokasi anggaran yang disediakan untuk membiayai aksi korporasi tersebut dipatok menyentuh Rp50 miliar, di mana nominal ini sudah mencakup komponen biaya transaksi sekaligus komisi untuk perantara pedagang Efek.

Sumber pembiayaan untuk program buyback ini diklaim berasal sepenuhnya dari kas internal serta pemanfaatan dana berlebih, sehingga dipastikan tidak akan mengganggu kelancaran aktivitas operasional harian perusahaan. 

Jika menilik laporan keuangan pada Tahun Buku 2025, KREN tercatat mengantongi jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh mencapai 18,21 miliar lembar. Sementara itu, porsi kepemilikan publik dengan persentase di bawah 5 persen berada di angka 13,05 miliar lembar saham atau sebanding dengan 71,64 persen.

Di samping itu, jajaran manajemen turut memberikan penjelasan bahwa posisi harga saham KREN saat ini dinilai masih belum mencerminkan potensi riil serta nilai pasar wajar dari perseroan. 

Sampai pada sesi penutupan perdagangan kemarin (21/5), saham dari perusahaan yang bergerak di sektor teknologi ini tertahan pada level 14, yang berarti telah mengalami penurunan performa atau melemah sebesar 30 persen sepanjang kurun waktu tiga bulan ke belakang.

Melalui program buyback ini, manajemen KREN menaruh harapan besar agar harga saham dapat terkoreksi naik menuju titik keseimbangan baru yang jauh lebih mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya.

Pihak manajemen juga berpandangan bahwa implementasi aksi korporasi ini mampu menyalurkan sentimen positif kepada para pelaku pasar dan investor terkait optimisme serta keyakinan kokoh perseroan terhadap prospek fundamental bisnis KREN ke depan.

Reporter: Gemilang Ramadhan