BTN Pacu Transformasi Bisnis Perkuat Solusi Finansial Keluarga

ILUSTRASI, Bank BTN (Sumber Gambar : Net)
Senin, 25 Mei 2026 | 10:19:57 WIB

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN memacu transformasi bisnis guna memperkokoh layanan bagi para nasabah. Langkah ekspansi efisien ini ditempuh lewat pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta perluasan ekosistem digital, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menyampaikan bahwa langkah pembenahan ini merupakan bagian dari penerapan visi baru perusahaan periode 2025–2029. BTN membidik target untuk menjadi "Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia".

Visi strategis tersebut direalisasikan melalui penguatan mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), peningkatan proposisi produk dan cross selling, serta penyediaan layanan perbankan lengkap yang mengutamakan kenyamanan nasabah.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nyoman menjelaskan bahwa sektor pendanaan menjadi aspek krusial sebagai roda penggerak aktivitas pembiayaan. Tanpa fondasi pendanaan yang kokoh, fungsi intermediasi perbankan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara maksimal.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam memperluas jangkauan bisnis, BTN kini bergeser menuju layanan beyond mortgage. Perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, melainkan turut memperkuat produk payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.

"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pilar penting dalam peta strategi BTN adalah mengoptimalkan customer experience melalui pembaruan pengelolaan kredit (loan processing) agar berjalan lebih efisien, cepat, dan memiliki standar yang seragam.

Skema operasional kredit kini menerapkan sistem loan factory yang memusatkan seluruh proses pengajuan serta pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR, langsung di tingkat pusat menggunakan sistem digital.

Sebelumnya, tata kelola kredit BTN bertumpu pada enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di wilayah Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Sistem regional terdahulu dinilai memunculkan sejumlah tantangan, seperti standarisasi proses antarwilayah yang belum seragam, kendali monitoring yang belum terpusat, serta kapasitas produktivitas yang tidak merata.

“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penerapan sistem baru ini bakal berjalan secara bertahap di seluruh tanah air dengan target utama mendongkrak produktivitas serta efisiensi pengajuan kredit pemilikan rumah.

Modernisasi Jaringan Cabang dan Dokumen Kredit

Di samping membenahi sektor digital, BTN melakukan peremajaan terhadap jaringan kantor operasional lewat program rejuvenating branch untuk mengikis kesan kaku dan birokratis.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah mengoperasikan 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta menata ulang layout 10 kantor cabang agar tampil lebih dinamis. Konsep baru ini sudah diterapkan di sejumlah titik seperti Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, dan Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara paralel, ekspansi digital juga diwujudkan melalui pembukaan BTN Digital Store di pusat perbelanjaan serta area komersial. Saat ini sudah tersedia 24 jaringan BTN Digital Store yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah transformasi ini juga menyentuh aspek tata kelola dokumen agunan KPR. BTN mengoperasikan Records Center modern yang dilengkapi teknologi pengamanan canggih tahan api dan rayap di beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta.

“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui penguatan aspek fundamental tersebut, manajemen optimistis pertumbuhan bisnis perusahaan akan terus melaju secara berkelanjutan.

"Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kami bangun. Dan kami sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia," tandasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan