JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memiliki komitmen kuat untuk meneruskan transformasi bisnis mereka sekaligus memperlebar sayap jaringan kantornya. Upaya ini diterapkan demi memenuhi segala keperluan nasabah yang kian hari kian dinamis.
Langkah taktis tersebut diambil oleh perseroan sebagai jalan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang kontinu sekaligus menopang kemajuan ekonomi di tingkat nasional.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, pengokohan ekosistem hybrid banking menjadi titik tumpu utama dari transformasi di masa mendatang, di samping langkah ekspansi pada jaringan fisik.
Investasi secara kontinu bakal dialokasikan pada bermacam-macam lini pelayanan, meliputi mobile banking, internet banking, point of sales, kantor cabang, ATM, sampai dengan layanan contact center.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Penguatan ekosistem hybrid banking tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan layanan yang relevan bagi beragam segmen dan kebutuhan nasabah. Dengan pendekatan itu, perseroan ingin memastikan layanan perbankan dapat diakses secara lebih luas melalui kombinasi kanal digital dan jaringan fisik," ucapnya kepada Investortrust pada Senin (16/3/2026).
Lini manajemen saat ini tengah berjalan mengawinkan teknologi artificial intelligence (AI) ke dalam sistem pelayanan contact center. Penerapan terobosan mutakhir ini diestimasi dapat mendongkrak pengalaman positif nasabah lewat penyediaan layanan yang jauh lebih cepat merespons, bersifat personal, sekaligus mempercepat penanganan kendala yang bersifat administratif.
Platform pintar ini mengemban tugas untuk memetakan keperluan nasabah secara cepat serta menghadirkan jawaban otomatis bagi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum. Pada sektor digital, pilihan respons kilat tersebut telah difasilitasi lewat kehadiran chatbot VIRA.
BCA pun menyematkan inovasi teknologi AI Agent Assist demi mendongkrak efisiensi kinerja operasional para petugas Halo BCA.
Eksekusi teknologi ini dijalankan secara bertahap dengan tetap mengedepankan faktor keamanan data para nasabah serta kepatuhan penuh terhadap regulasi perbankan yang berlaku saat ini.
BCA, lanjut Hendra, juga akan terus menempa aspek Environmental Social Governance atau (ESG).
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam operasional kami," tuturnya.
Komitmen penuh pada ESG ini sukses mengantarkan perseroan mengamankan peringkat "A" dari MSCI ESG Rating. Bukan hanya itu, BCA juga berhasil menorehkan skor 62 atau persentil 87 dalam Corporate Sustainability Assessment – DJSI, serta menempati posisi peringkat 84 untuk sektor industri perbankan Indonesia pada Thomson Reuters – Refinitiv ESG Rating.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami juga memiliki berbagai inisiatif keberlanjutan untuk mendorong kegiatan operasional ramah lingkungan seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, pengelolaan limbah dan inisiatif daur ulang serta konservasi alam, dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.403 tCO2eq (ton CO2 ekuivalen). BCA senantiasa memperhatikan penguatan kinerja secara berkelanjutan, dengan pendekatan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan," pungkas Hendra.