Enam Saham IPO Juli 2026: Valuasi, Profitabilitas, dan Kinerja

Ilustrasi: Enam perusahaan siap melantai di BEI melalui IPO Juli 2026 dengan karakteristik valuasi dan profitabilitas beragam. (Foto: NET)
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:07:47 WIB

JAKARTA – Sebanyak enam perusahaan direncanakan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sepanjang Juli 2026. Setiap calon emiten membawa karakteristik tersendiri, mencakup aspek valuasi, tingkat profitabilitas, hingga struktur permodalan saat resmi melantai nanti.

PT Niramas Utama Tbk (JELI) tercatat sebagai calon emiten perdana yang menawarkan saham dengan harga Rp 900 per saham. Mirae Asset Sekuritas mengategorikan JELI sebagai emiten di sektor defensif, walau memiliki valuasi serta tingkat leverage yang tergolong tinggi.

“JELI sektor defensif, valuasi dan leverage relatif tinggi,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Setelah IPO, JELI diprediksi mencatatkan Return on Equity (ROE) sebesar 10,1 persen dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada posisi 1,06 kali.

Calon emiten berikutnya ialah pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center, yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang berasal dari sektor IDX Health. Perseroan mematok harga saham senilai Rp 1.250 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 4,1 triliun.

Walaupun menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, valuasi JECX dinilai cukup premium dengan proyeksi ROE 6,1 persen dan PER 55,1 kali. Berikutnya, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menawarkan saham perdana seharga Rp 470 per saham dengan valuasi yang berada dalam kategori moderat.

Selanjutnya, perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menawarkan saham di harga Rp 442 per saham. Dengan dukungan dari Grup Djarum, BACH disebut memiliki proyeksi ROE tertinggi di antara lima calon emiten lainnya, yaitu sebesar 19,3 persen.

Perusahaan kelima yaitu PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dari sektor IDX Health yang menawarkan saham di harga Rp 120 per lembar. PRDL tercatat sebagai calon emiten dengan valuasi paling terjangkau di antara jajaran saham IPO lainnya dengan PBV sebesar 1,4 kali.

Terakhir, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menawarkan saham perdana dengan harga Rp 170 per lembar. Perusahaan dari sektor IDX Cyclicals ini dinilai mempunyai tingkat pengenalan merek yang kuat dan mencatatkan DER terendah di angka 0,16 kali di antara enam calon emiten tersebut.

Reporter: Gemilang Ramadhan