Debut Perdana di Bursa Saham JELI Langsung Sentuh ARA 25 Persen

ILUSTRASI, Saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI) melonjak 25 persen pada debut perdana di Bursa Efek Indonesia. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:11:43 WIB

JAKARTA – Saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI) yang melangsungkan penawaran umum perdana saham atau listing, pagi ini melambung hingga mengenai batas auto reject atas (ARA) sebesar 25 persen.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham baru dari produsen camilan ini melonjak 25 persen menuju harga Rp1.125 per saham. 

Terpantau ada 24.600 lembar saham JELI yang ditransaksikan dengan total nilai mencapai Rp27,6 juta, di mana JELI kini mengantongi kapitalisasi pasar sebesar Rp1,42 triliun.

Pada masa initial public offering (IPO) sebelumnya, saham JELI menarik minat investor yang sangat besar. IPO INACO tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sampai 273,37 kali untuk porsi penjatahan terpusat (pooling).

Dalam aksi korporasi tersebut, Niramas Utama melepas 266 juta saham baru atau setara dengan 21,01 persen dari modal ditempatkan serta disetor penuh pascapenawaran umum.

Perseroan mematok harga penawaran di angka Rp900 per saham, yang merupakan batas bawah dari rentang penawaran awal yaitu Rp900-Rp1.120 per saham.

Melalui langkah tersebut, JELI mengumpulkan dana sebanyak Rp239,4 miliar sebelum dipotong biaya emisi. Di hari perdagangan pertama, saham JELI dibuka pada harga Rp900 per saham. 

Direktur JELI, Adhi S. Lukman, mengungkapkan bahwa langkah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia adalah momen krusial bagi perusahaan untuk mengawali tahap baru sebagai perusahaan terbuka.

"Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini," ujar Adhi sebagaimana dilansir dari berita sumber, Selasa (7/7/2026).

Dana yang diperoleh dari IPO akan dipakai guna menyokong rencana pengembangan perseroan. Sekitar 56,7 persen dana dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS untuk belanja modal demi menambah kapasitas produksi gummy candy serta produk jelly.

Berikutnya, sekitar 10,04 persen akan dimanfaatkan untuk belanja modal dalam bentuk pembelian mesin serta perlengkapan produksi, yang mencakup penambahan kapasitas gudang dan optimalisasi logistik.

Sebanyak 10,9 persen diperuntukkan bagi pelunasan sebagian utang jangka pendek, sementara sisa sekitar 22,36 persen akan dipakai sebagai modal kerja.

Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, berpendapat bahwa pencatatan saham INACO merupakan permulaan babak pertumbuhan baru perseroan di pasar modal.

Menurutnya, landasan bisnis yang telah dibentuk selama lebih dari tiga puluh tahun, rencana pengembangan yang terukur, serta peningkatan profitabilitas menjadi bekal utama bagi perseroan dalam menghasilkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Reporter: Gemilang Ramadhan