Breaking

Dul Jaelani Ungkap Proses Sakral Temukan Reff Lagu “Sebenarnya, Selamanya”

GE
Kamis, 29 Januari 2026
Dul Jaelani Ungkap Proses Sakral Temukan Reff Lagu “Sebenarnya, Selamanya”
Dul Jaelani Ungkap Proses Sakral Temukan Reff Lagu “Sebenarnya, Selamanya”

JAKARTA - Tak semua lagu lahir dari ruang studio yang sunyi, atau dari catatan rapi di buku harian. Ada kalanya, sebuah karya justru menemukan bentuknya lewat momen yang tak terduga—bahkan terasa sakral bagi penciptanya. Hal itulah yang diceritakan Dul Jaelani saat membagikan kisah di balik lagu terbaru miliknya bersama grup musik Qodir, berjudul “Sebenarnya, Selamanya.”

Lagu ini bukan hanya soal nada dan lirik, melainkan rangkaian pengalaman yang perlahan membentuk makna. Ketika ditanya tentang pesan lagu tersebut, Dul tak langsung menjawab dengan teori musik atau penjelasan teknis. Ia justru mengajak publik melihat proses kreatifnya dari sumber paling sederhana: sebuah kalimat yang ia temukan dari buku yang ia baca, lalu berkembang menjadi tema besar lagu.

Cerita itu ia ungkapkan saat berkunjung ke Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dalam sesi tersebut, Dul berbincang dengan host program Si Paling Seleb, Bayu Indra Permana, dan menjelaskan bagaimana lagu itu mulai menemukan nyawanya.

Berawal dari Kunjungan ke Studio Tribun Network
Dalam kesempatan tersebut, Dul Jaelani tampil santai namun terbuka. Ia memaparkan bahwa lagu “Sebenarnya, Selamanya” tidak muncul begitu saja sebagai ide instan. Ada perjalanan kreatif yang ia lalui, termasuk momen ketika ia sedang membaca buku.

Menjawab pertanyaan Bayu Indra Permana mengenai makna lagu tersebut, Dul mengaku inspirasinya datang dari bacaan yang sempat ia pegang. Meski tidak mengingat judulnya, ia menyebut buku itu kemungkinan berasal dari Jepang.

Dari sini terlihat bahwa bagi Dul, inspirasi tidak harus datang dari pengalaman pribadi yang besar atau peristiwa dramatis. Ia bisa lahir dari hal kecil—bahkan dari satu paragraf yang lewat di mata, namun tertinggal kuat di pikiran.

Kalimat dari Buku yang Menancap di Pikiran
Dul melanjutkan, dalam buku yang ia baca tersebut terdapat satu kalimat yang langsung “mengunci” perhatian dan perasaannya. Kalimat itu terasa sederhana, namun menyimpan makna yang dalam dan emosional—sebuah pandangan tentang cinta yang tidak biasa.

Kalimat itu, menurut Dul, seperti menyentuh ruang tertentu dalam batinnya. Ia tidak sekadar membacanya lalu berlalu, melainkan merenungkannya. Ada rasa penasaran sekaligus getaran emosional yang muncul karena kalimat itu terasa “jujur” dan kuat.

Dalam proses kreatif musik, momen seperti ini sering menjadi titik awal: sebuah ide kecil yang terus mengendap, lalu perlahan mencari bentuknya sendiri. Dul pun mengakui bahwa dari kalimat itulah benih lagu mulai tumbuh.

Benih Ide yang Berkembang Jadi Tema Lagu
Setelah menemukan kalimat tersebut, Dul merasakan bahwa ada sesuatu yang sangat menarik untuk diolah menjadi lagu. Ia tidak ingin membiarkannya hanya menjadi kutipan lewat, melainkan menjadikannya tema yang lebih luas.

Kalimat itu kemudian menjadi dasar pemikiran tentang bagaimana seseorang mencintai, bagaimana seseorang bertahan, dan bagaimana seseorang menjalani hidup setelah cinta yang besar terjadi.

Pernyataan itu memperlihatkan cara Dul memandang penciptaan lagu bukan sekadar merangkai kata-kata indah, tetapi menyusun gagasan yang punya kedalaman emosional. Tema tentang “jatuh cinta sekali seumur hidup” membuka ruang tafsir yang luas: apakah itu tentang kesetiaan, kehilangan, keteguhan, atau bahkan kepasrahan.

Dari situ, lagu “Sebenarnya, Selamanya” pun mulai dibangun. Kalimat tersebut menjadi titik pijak, sementara musik dan lirik berkembang seiring proses kreatif yang ia jalani bersama Qodir.

Reff Lagu Ditemukan Lewat Peristiwa yang Terasa Sakral
Yang membuat kisah lagu ini semakin menarik adalah pengakuan Dul bahwa bagian reff—yang biasanya menjadi bagian paling mudah diingat pendengar—tidak ditemukan lewat cara biasa. Dul menyebut bahwa reff lagu tersebut hadir melalui peristiwa yang ia rasakan sakral.

Meski detail peristiwa itu tidak dijabarkan secara panjang dalam sesi tersebut, kata “sakral” sendiri menunjukkan bahwa momen itu punya makna khusus bagi Dul. Bisa jadi peristiwa itu terkait suasana batin tertentu, pengalaman spiritual, atau kejadian yang membuatnya merasa seolah lagu itu “datang” sendiri.

Bagi seorang musisi, menemukan reff bukan perkara kecil. Reff adalah jantung lagu, bagian yang sering menjadi penentu apakah sebuah lagu akan melekat atau tidak. Maka ketika Dul mengatakan reff ditemukan lewat peristiwa sakral, itu mempertegas bahwa lagu ini punya proses yang personal sekaligus emosional.

“Sebenarnya, Selamanya” dan Rasa yang Ingin Disampaikan
Lewat cerita tersebut, publik jadi bisa memahami bahwa “Sebenarnya, Selamanya” bukan sekadar rilisan baru untuk meramaikan industri musik. Lagu ini lahir dari kontemplasi dan gagasan yang dalam, berangkat dari sebuah kalimat sederhana yang memantik refleksi besar tentang cinta.

Dul Jaelani pun menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja—termasuk dari bacaan yang bahkan judulnya tak lagi ia ingat. Namun yang terpenting bukan judul bukunya, melainkan bagaimana satu kalimat di dalamnya mampu menyalakan proses kreatif yang akhirnya menjelma menjadi karya musik.

Penasaran dengan cerita lengkap di balik lagu “Sebenarnya, Selamanya”?

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua