Breaking

Putra Pidie Rilis Buku Pendidikan Demi Peradaban Berintegritas dan Bermartabat

GE
Kamis, 29 Januari 2026
Putra Pidie Rilis Buku Pendidikan Demi Peradaban Berintegritas dan Bermartabat
Putra Pidie Rilis Buku Pendidikan Demi Peradaban Berintegritas dan Bermartabat

JAKARTA - Di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan kecenderungan pragmatisme dalam dunia pendidikan, hadir sebuah karya yang mencoba mengembalikan pendidikan pada makna dasarnya: membentuk manusia seutuhnya. Dari Pidie, Aceh, Dr. Iswadi, M.Pd kembali memperkaya diskursus pendidikan nasional melalui penerbitan buku Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas yang telah memiliki ISBN: 978-634-7489-73-9.

Buku ini bukan sekadar menambah daftar bacaan akademik, melainkan membawa pesan kuat bahwa pendidikan tidak seharusnya dipersempit hanya menjadi proses mengejar nilai, keterampilan teknis, atau sekadar memenuhi kebutuhan pasar kerja. Dalam pandangan penulis, pendidikan harus menjadi jalan pembebasan sekaligus fondasi membangun peradaban yang bermartabat dan berintegritas.

Dr. Iswadi sendiri merupakan putra kelahiran Pidie, Provinsi Aceh, tepatnya di Desa Masjid Laweung pada 1 November 1979. Latar tersebut menjadi bagian penting dari narasi karyanya, karena gagasan yang dibangun berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan kontemporer yang dinilai kian menjauh dari nilai moral dan kemanusiaan.

Buku Baru Dr. Iswadi Menegaskan Pendidikan Sebagai Pemanusiaan
Dalam buku ini, Dr. Iswadi menegaskan kembali bahwa pendidikan seharusnya tidak direduksi pada capaian kognitif, penguasaan keterampilan teknis, atau pemenuhan kebutuhan pasar kerja semata. Pendidikan harus dipahami sebagai proses pemanusiaan manusia.

Ia memandang pendidikan sebagai jalan untuk membebaskan peserta didik dari belenggu ketidaktahuan, ketidakadilan struktural, serta dominasi cara berpikir yang meniadakan nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Gagasan tersebut menjadi landasan utama buku ini, sekaligus memperkuat posisi pendidikan sebagai kekuatan transformasi sosial.

Di sinilah buku ini mengambil peran penting: mengingatkan kembali bahwa pendidikan idealnya tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun manusia yang merdeka dalam berpikir, memiliki kepekaan moral, dan sanggup berdiri teguh pada nilai-nilai kebajikan.

Konsep Pendidikan Membebaskan Jadi Fondasi Integritas
Dr. Iswadi memandang pendidikan membebaskan sebagai fondasi penting dalam pembangunan peradaban berintegritas. Pendidikan yang membebaskan, menurutnya, tidak bersifat indoktrinatif dan tidak menempatkan peserta didik sebagai objek pasif.

Sebaliknya, peserta didik harus diposisikan sebagai subjek yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui pendidikan semacam ini, individu didorong untuk memahami realitas sosial secara reflektif sekaligus memiliki keberanian moral untuk mengubahnya ke arah yang lebih adil dan berkeadaban.

Gagasan ini mempertemukan dua kata kunci utama buku tersebut: pembebasan dan integritas. Pendidikan membebaskan dinilai mampu menumbuhkan karakter yang tidak lahir dari paksaan, melainkan dari kesadaran, refleksi, dan pengalaman belajar yang bermakna.

Kritik Terhadap Pendidikan Mekanistik di Era Global
Buku Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas disusun dengan pendekatan konseptual dan analitis yang mengaitkan pendidikan, karakter, serta pembangunan peradaban dalam konteks tantangan global.

Dr. Iswadi menilai globalisasi, disrupsi teknologi, dan arus pragmatisme telah melahirkan kecenderungan pendidikan yang mekanistik dan utilitarian. Akibatnya, pendidikan kerap kehilangan dimensi emansipatorisnya dan gagal membentuk kesadaran kritis peserta didik.

Dalam situasi seperti ini, pendidikan membebaskan hadir sebagai tawaran strategis untuk mengembalikan makna hakiki pendidikan. Penulis juga menggarisbawahi bahwa pendidikan tidak boleh sekadar menjadi mesin produksi tenaga kerja, tetapi harus menjadi ruang tumbuh bagi nilai, kesadaran, dan kemanusiaan.

Soroti Krisis Etika dan Dehumanisasi di Dunia Pendidikan
Dalam bagian lain, Dr. Iswadi secara kritis mengulas berbagai problematika pendidikan kontemporer. Ia menyoroti krisis etika, melemahnya nilai kebajikan, serta meningkatnya praktik dehumanisasi dalam dunia pendidikan.

Sistem evaluasi yang terlalu menekankan angka, kompetisi yang berlebihan, dan relasi kuasa yang hierarkis antara pendidik dan peserta didik dinilai berpotensi melanggengkan ketidakadilan dan mematikan daya kritis. Pendidikan yang demikian, menurut penulis, justru menjauhkan manusia dari integritas dan kebebasan berpikir.

Buku ini juga menekankan bahwa ketika pendidikan terjebak pada pola seperti itu, maka proses pembentukan karakter kehilangan ruhnya. Pendidikan bisa berubah menjadi sekadar formalitas, tanpa kemampuan membangun kesadaran sosial dan moral peserta didik.

Paradigma Pendidikan Berintegritas: Kebijakan, Kurikulum, dan Peran Pendidik
Sebagai alternatif, Dr. Iswadi menawarkan paradigma pendidikan berintegritas yang sekaligus bersifat membebaskan. Integritas dalam buku ini tidak dipahami semata sebagai kejujuran personal, melainkan sebagai kesatuan antara kesadaran, nilai, dan tindakan sosial.

Pendidikan membebaskan memungkinkan peserta didik menginternalisasi nilai-nilai tersebut secara sadar, bukan melalui paksaan. Dengan demikian, karakter yang terbentuk menjadi autentik dan bertanggung jawab.

Dalam tataran kebijakan, Dr. Iswadi menekankan pentingnya perumusan kebijakan pendidikan yang berpihak pada pembebasan manusia. Kurikulum perlu dirancang secara dialogis dan kontekstual, memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, berdialog, dan merefleksikan realitas sosialnya. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh menjadi alat reproduksi ketimpangan sosial, tetapi harus berfungsi sebagai sarana transformasi menuju keadilan dan kemanusiaan.

Peran pendidik juga mendapat perhatian khusus dalam buku ini. Pendidik diposisikan sebagai fasilitator pembebasan, bukan otoritas tunggal pengetahuan.

Pada akhirnya, Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas mengafirmasi bahwa pembangunan peradaban tidak mungkin terwujud tanpa pendidikan yang membebaskan. Pendidikan yang berintegritas dan emansipatoris diyakini mampu melahirkan manusia merdeka—manusia yang sadar akan martabatnya, bertanggung jawab secara sosial, dan berkomitmen pada nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan. Melalui buku ini, Dr. Iswadi mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mereorientasikan pendidikan sebagai jalan pembebasan dan fondasi peradaban yang bermartabat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua