Tol Mamminasata Dinilai Strategis, Sulsel Bidik Investasi Kawasan Industri
JAKARTA - Rencana pembangunan Jalan Tol Mamminasata kembali mendapat sorotan karena dinilai memiliki nilai strategis bagi perekonomian Sulawesi Selatan. Tol yang akan menghubungkan Makassar, Maros, Sungguminasa, hingga Takalar ini tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur biasa, tetapi juga sebagai “pengungkit” untuk memperkuat daya saing kawasan industri dan memperbesar peluang investasi baru di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai, keberadaan tol Mamminasata akan menjadi infrastruktur kunci yang mendukung investasi sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri. Proyek ini sendiri dirancang melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang berarti pembangunannya melibatkan sektor swasta sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan.
Dengan konsep tersebut, tol Mamminasata dinilai bukan hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berpotensi besar menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi daerah.
Tol Mamminasata Masuk Skema KPBU, Siap Ditawarkan ke Investor
Proyek pembangunan Jalan Tol Mamminasata yang menghubungkan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar masuk dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Skema KPBU dinilai membuka peluang lebih luas bagi investor untuk terlibat langsung dalam proyek strategis ini. Selain itu, pola kerja sama ini memungkinkan percepatan realisasi proyek karena tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa proyek Tol Mamminasata saat ini telah masuk dalam sistem KPBU. Dengan demikian, secara administratif proyek tersebut dinilai telah siap untuk ditawarkan kepada investor dan segera direalisasikan pembangunannya.
Perencanaan Lama di Tingkat Nasional, Ruas Sudah Dirancang
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengatakan rencana pembangunan Tol Mamminasata sejatinya sudah lama masuk dalam perencanaan nasional.
Menurut Asrul, rencana ini bahkan telah masuk dalam agenda Kementerian PUPR dan diperkuat dengan keputusan menteri sejak beberapa tahun terakhir. Artinya, proyek tersebut bukan wacana baru, melainkan sudah memiliki dasar perencanaan dan arah pengembangan yang jelas.
“Memang di wilayah Mamminasata itu sudah masuk di Kementerian PUPR, bahkan sudah ada keputusan menteri sejak beberapa tahun. Ada beberapa ruas yang direncanakan, seperti Makassar–Takalar dan Makassar–Maros,” ujar Asrul Sani.
Keberadaan beberapa ruas prioritas itu menunjukkan bahwa konektivitas kawasan Mamminasata telah dipetakan sebagai kebutuhan strategis yang sejalan dengan pertumbuhan wilayah metropolitan di Sulsel.
Skema KPBU: Swasta Bangun hingga Kelola, Pemerintah Siapkan Dukungan
Ia menjelaskan, melalui skema KPBU, pembangunan hingga pengelolaan jalan tol akan melibatkan pihak swasta. Pemerintah berperan sebagai mitra kerja sama dalam penyiapan regulasi dan dukungan kebijakan.
Dalam sistem KPBU, peran swasta jauh lebih besar dibanding pola pembangunan konvensional. Tidak hanya membangun fisik jalan tol, pihak swasta juga bertanggung jawab terhadap desain, pembiayaan, pengoperasian, hingga pemeliharaan jangka panjang. Pemerintah berada pada posisi menyiapkan kebijakan dan regulasi agar kerja sama berjalan lancar.
Skema ini juga dianggap memberikan kepastian bagi investor karena pengelolaan dilakukan oleh badan usaha pengelola dengan perhitungan bisnis yang matang, sekaligus didukung oleh kebijakan pemerintah daerah.
Terintegrasi Kawasan Industri dan Pelabuhan Takalar, Jadi Magnet Investor
Asrul Sani menilai Tol Mamminasata memiliki potensi besar dalam menarik investasi baru, khususnya karena akan terintegrasi dengan kawasan industri dan pelabuhan di Kabupaten Takalar.
Bagi investor, faktor konektivitas menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi industri. Akses tol yang langsung terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan akan meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku maupun produk jadi.
Kombinasi tol, kawasan industri, dan pelabuhan menciptakan ekosistem logistik yang lebih kuat. Hal ini bukan hanya memudahkan arus barang, tetapi juga mempercepat pergerakan ekonomi antarwilayah di Sulsel.
Tekan Biaya Logistik dan Dorong Multiplier Effect Investasi Daerah
Menurutnya, keberadaan jalan tol akan memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Bagi dunia usaha, biaya logistik merupakan salah satu komponen terbesar dalam rantai pasok. Jika akses transportasi lebih cepat dan lebih lancar, maka ongkos distribusi dapat ditekan, sehingga produk menjadi lebih kompetitif.
Ia menegaskan, penerapan skema KPBU dalam pembangunan Tol Mamminasata juga akan berdampak langsung pada peningkatan nilai investasi daerah.
Dengan demikian, proyek Tol Mamminasata bukan hanya menghasilkan manfaat dari sisi infrastruktur, tetapi juga mendorong pencatatan investasi serta menciptakan efek domino berupa masuknya industri baru yang terintegrasi dengan akses tol dan fasilitas pelabuhan.