Breaking

SMKN 1 Bunguran Barat Duta Budaya, Promosikan Kuliner Natuna Mendunia

GE
Senin, 02 Februari 2026
SMKN 1 Bunguran Barat Duta Budaya, Promosikan Kuliner Natuna Mendunia
SMKN 1 Bunguran Barat Duta Budaya, Promosikan Kuliner Natuna Mendunia

JAKARTA - SMKN 1 Bunguran Barat kembali membuktikan perannya bukan sekadar sekolah vokasi, tetapi juga penggerak promosi budaya daerah. Melalui kegiatan edukatif yang dikemas hangat dan interaktif, sekolah ini memperkenalkan potensi bahari sekaligus kekayaan kuliner lokal Natuna kepada wisatawan mancanegara.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa ruang belajar tidak selalu berada di dalam kelas, melainkan bisa hadir langsung di tengah alam, masyarakat, dan aktivitas ekonomi pesisir.

Pada Minggu 1 Februari 2026, SMKN 1 Bunguran Barat menerima kunjungan wisatawan internasional asal Singapura dan Hongkong di lokasi keramba CV Khebouk JJ Adshifa, Kecamatan Bunguran Barat. 

Keramba tersebut merupakan tempat siswa menjalani praktik budidaya serta pengolahan perikanan lokal, sehingga kunjungan wisata ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran nyata bagi para siswa.

Kedatangan para tamu disambut hangat oleh Kepala SMKN 1 Bunguran Barat beserta guru dan siswa. Dalam suasana akrab dan penuh rasa ingin tahu, para wisatawan diajak melihat langsung aktivitas siswa di lapangan. 

Kunjungan itu pun menjadi pengalaman lintas budaya yang memberi manfaat dua arah: wisatawan memperoleh wawasan baru tentang Natuna, sementara siswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan warga dunia.

Sambut Wisatawan Singapura dan Hongkong di Keramba Praktik Siswa

Kunjungan wisatawan mancanegara tersebut berlangsung di keramba CV Khebouk JJ Adshifa. Lokasi ini bukan sekadar tempat budidaya ikan, melainkan juga ruang praktik penting bagi siswa SMKN 1 Bunguran Barat. Di tempat inilah para siswa belajar tentang budidaya perikanan, pengolahan hasil laut, hingga penerapan keterampilan vokasi berbasis potensi daerah.

Dalam kunjungan wisata edukatif itu, para wisatawan diajak mengenal potensi bahari Natuna sekaligus berinteraksi langsung dengan siswa yang sedang melakukan praktik. Kehadiran wisatawan internasional di lokasi praktik ini menghadirkan suasana berbeda. Aktivitas siswa yang biasanya berlangsung rutin kini menjadi lebih hidup karena mendapat perhatian langsung dari para tamu luar negeri.

Tidak hanya melihat dari kejauhan, wisatawan juga diajak memahami bagaimana masyarakat pesisir Natuna mengelola sumber daya laut. Budidaya ikan di keramba menjadi salah satu gambaran konkret bagaimana daerah kepulauan ini membangun ekonomi lokal dari sektor bahari.

Belajar Budidaya Ikan Sekaligus Menikmati Panorama Laut Natuna

Selama berada di keramba, para wisatawan tidak hanya menikmati panorama laut yang memikat, tetapi juga menyaksikan langsung aktivitas budidaya ikan yang dilakukan di lokasi tersebut. Mereka melihat bagaimana ikan dipelihara, bagaimana keramba dikelola, dan bagaimana aktivitas budidaya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini terasa istimewa karena wisatawan dapat merasakan pengalaman yang autentik. Bahkan, wisatawan juga berenang di dalam keramba untuk melihat secara langsung ikan yang dibudidaya. Aktivitas tersebut menambah kesan mendalam, karena wisatawan benar-benar menyentuh sisi kehidupan pesisir yang selama ini mungkin hanya mereka lihat lewat foto atau video.

Bagi siswa, kunjungan ini menjadi kesempatan memperlihatkan kemampuan praktik yang mereka pelajari. Mereka bukan hanya menjalankan tugas sekolah, tetapi juga tampil sebagai “pemandu” yang menjelaskan aktivitas budidaya kepada wisatawan. Hal ini melatih rasa percaya diri sekaligus kemampuan komunikasi mereka.

Kernas, Kuliner Khas Natuna yang Menarik Perhatian Turis

Selain potensi bahari, wisatawan juga diperkenalkan dengan kernas, makanan khas Natuna berbahan dasar ikan dan sagu. Inilah bagian yang paling menarik perhatian, karena wisatawan tidak hanya melihat prosesnya, tetapi juga bisa merasakan cita rasa khas daerah yang unik.

Wisatawan diajak untuk membuat kernas (makanan khas Natuna). Siswa SMK secara langsung mendemonstrasikan proses pembuatan kernas, mulai dari pengolahan bahan hingga penyajian. Penjelasan yang diberikan siswa berlangsung runtut, sehingga wisatawan dapat memahami tahapan demi tahapan. Antusiasme wisatawan pun terlihat jelas saat menyaksikan proses tersebut.

Kegiatan memasak bersama ini menjadi sarana promosi kuliner yang efektif. Para wisatawan tidak sekadar “diceritakan” tentang kuliner Natuna, melainkan benar-benar diajak terlibat. Hal ini membuat pengalaman mereka lebih berkesan, karena tercipta interaksi langsung antara budaya lokal dan tamu internasional.

Sekolah Vokasi Jadi Ruang Promosi Budaya dan Pariwisata

Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib menegaskan bahwa kegiatan tersebut memang dirancang sebagai ajang pembelajaran sekaligus promosi budaya. 

“Kami ingin setiap kunjungan menjadi ajang pembelajaran dan promosi budaya lokal. Anak-anak belajar berinteraksi lintas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Natuna,” ujar Kasyifal Ghammi Thaib.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi pengalaman internasional bagi siswa dan menjadi bentuk nyata pembelajaran kontekstual berbasis potensi daerah. Dengan begitu, siswa tidak hanya menguasai keterampilan vokasi, tetapi juga memahami bagaimana keterampilan itu bisa memberi manfaat langsung bagi daerah.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sekolah vokasi bisa menjadi pusat pergerakan budaya dan pariwisata. SMKN 1 Bunguran Barat bukan hanya mencetak lulusan terampil, tetapi juga menanamkan kebanggaan pada potensi lokal.

Kesan Mendalam Wisatawan dan Harapan Jadi Duta Natuna ke Dunia

Para wisatawan mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Natuna dan cita rasa kernas yang unik. Mereka menilai pengalaman ini memberikan kesan mendalam tentang kehidupan masyarakat pesisir yang kreatif dan terbuka terhadap dunia luar.

Kesan positif itu menjadi bukti bahwa Natuna memiliki daya tarik yang kuat, tidak hanya dari sisi panorama laut, tetapi juga dari sisi budaya dan kuliner. Pengalaman wisata edukatif seperti ini mampu membangun citra daerah sekaligus memperluas promosi ke ranah internasional.

Melalui kegiatan tersebut, SMKN 1 Bunguran Barat berharap dapat terus berperan sebagai duta budaya yang memperkenalkan wajah Natuna ke dunia. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan potensi daerahnya sendiri. 

Dengan kolaborasi sekolah, siswa, dan masyarakat, Natuna tidak hanya dikenal sebagai kepulauan indah, tetapi juga sebagai daerah yang kaya tradisi, kreatif, dan siap menyambut dunia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua