Wali Murid Jadi Guru Tamu, Siswa Kelas 6 Kreasi Buket Cantik
JAKARATA - Suasana belajar di kelas 6 Palestina SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Paiton, Kamis 29 Januari 2026, terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Jika umumnya pembelajaran berlangsung dengan teori di dalam kelas, kali ini ruang belajar berubah menjadi tempat penuh warna dan kreativitas. Para siswa mendapatkan pengalaman berbeda melalui kehadiran guru tamu dari wali murid yang membagikan keterampilan membuat buket cantik.
Kegiatan tersebut bukan sekadar sesi prakarya biasa. Di dalamnya, siswa diajak terlibat langsung dalam proses merangkai buket dari awal hingga akhir, sekaligus belajar nilai kebersamaan, berbagi, dan menghargai orang lain. Antusiasme tampak jelas sejak kegiatan dimulai, karena siswa merasa mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Kelas yang biasanya dipenuhi buku dan catatan pelajaran, pada hari itu berubah menjadi ruang kreasi yang dipenuhi alat, bahan, serta hasil karya yang beragam. Dari sinilah suasana belajar menjadi lebih bermakna, karena siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mempraktikkan keterampilan secara langsung.
Kelas Berubah Jadi Ruang Kreasi yang Penuh Warna
Sejak awal kegiatan, siswa terlihat bersemangat mengikuti setiap arahan. Mereka tampak penasaran dan tidak sabar untuk mulai membuat buket. Aktivitas ini menghadirkan suasana baru di kelas, membuat proses pembelajaran terasa lebih seru dan menyenangkan.
Dengan konsep belajar yang lebih aktif, siswa tidak hanya duduk diam menerima materi. Mereka bergerak, berdiskusi, dan mencoba berbagai ide untuk menghasilkan buket yang cantik. Kelas pun dipenuhi keceriaan, karena setiap anak bebas mengekspresikan kreativitasnya sesuai selera masing-masing.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang monoton. Dengan pendekatan kreatif, siswa justru bisa lebih mudah memahami proses, lebih fokus, serta lebih menikmati momen belajar bersama teman-temannya.
Bunda Oktavius Felisia Priska Berbagi Keahlian sebagai Guru Tamu
Kegiatan ini dipandu oleh Bunda Oktavius Felisia Priska, wali murid dari ananda Kimberlie Sanjaya, siswi kelas 6 Palestina SD Mutu Paiton. Kehadirannya sebagai guru tamu membawa suasana yang berbeda karena siswa belajar langsung dari sosok orang tua yang memiliki keterampilan khusus.
Dengan penuh semangat, Priska mengajak siswa mengenal langkah-langkah membuat buket, mulai dari pemilihan alat hingga cara merangkai yang rapi. Ia juga menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan agar siswa dapat langsung mempraktikkan proses pembuatan buket.
Dalam penyampaiannya, Priska menjelaskan jenis-jenis bahan, fungsi masing-masing alat, serta teknik dasar merangkai buket agar terlihat menarik. Penjelasan disampaikan secara runtut, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga siswa dapat mengikuti tahapan demi tahapan tanpa merasa kesulitan.
Kehadiran wali murid sebagai guru tamu ini menjadi contoh nyata sinergi positif antara sekolah dan orang tua. Selain membantu siswa memperoleh keterampilan baru, kegiatan ini juga memberi inspirasi bahwa setiap orang memiliki keahlian yang dapat dibagikan kepada orang lain.
Siswa Fokus, Kreatif, dan Kompak Saat Praktik Membuat Buket
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa mulai mempraktikkan pembuatan buket. Mereka terlihat fokus dan sangat serius menyusun serta menghias buket sesuai kreativitas masing-masing. Setiap anak memiliki ide yang berbeda, sehingga hasil karya yang muncul pun beragam dan unik.
Menariknya, suasana kelas juga menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat. Beberapa siswa tampak saling berdiskusi, bertukar pendapat, bahkan membantu teman yang kesulitan. Hal ini menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, karena siswa tidak hanya bekerja sendiri, tetapi juga belajar dari teman-temannya.
Guru kelas turut mendampingi kegiatan dengan memberi motivasi dan dukungan agar siswa semakin percaya diri dalam berkarya. Dengan pendampingan tersebut, siswa merasa lebih nyaman untuk mencoba, bereksperimen, dan mengekspresikan ide tanpa takut salah.
Dari proses ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan merangkai buket, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Antusiasme Berlanjut: Foto Bersama dan Buket untuk Orang Tua
Setelah seluruh buket selesai dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Siswa tampak bangga memamerkan hasil karyanya sambil berpose bersama guru dan guru tamu. Momen tersebut menjadi kenangan berharga yang menambah kesan positif dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan ini tidak berhenti pada pembuatan buket saja. Siswa juga diberi kesempatan untuk membagikan buket yang telah mereka buat kepada orang tua sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan apresiasi. Selain itu, beberapa buket lainnya diberikan kepada guru sebagai tanda terima kasih dan penghormatan.
Bagian ini menjadi salah satu momen paling menyentuh, karena siswa belajar bahwa hasil karya bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi juga bisa menjadi media berbagi kebahagiaan kepada orang-orang terdekat.
Pembelajaran Bermakna: Keterampilan, Nilai Berbagi, dan Sinergi Sekolah-Orang Tua
Melalui kegiatan guru tamu ini, siswa memperoleh keterampilan baru di bidang kerajinan tangan, khususnya membuat buket. Namun lebih dari itu, mereka juga belajar nilai-nilai penting seperti berbagi, kepedulian, serta rasa syukur.
Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mendapatkan pengalaman langsung yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Mereka belajar dengan cara yang menyenangkan, sekaligus memahami bahwa ilmu dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam kegiatan ini pun menjadi wujud sinergi pendidikan yang positif. Kehadiran wali murid sebagai guru tamu memberi warna baru dalam proses pembelajaran dan mampu menginspirasi siswa untuk terus berkreasi.
Kegiatan ini menjadi momen berharga dan tak terlupakan bagi siswa kelas 6 Palestina SD Mutu Paiton. Terima kasih kepada Bunda Oktavius Felisia Priska atas waktu, ilmu, dan inspirasi yang telah dibagikan. Semoga kegiatan serupa terus terlaksana untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.