Breaking

SampoernaFest Pontianak Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda Lewat Hiburan

GE
Senin, 02 Februari 2026
SampoernaFest Pontianak Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda Lewat Hiburan
SampoernaFest Pontianak Perkuat Literasi Keuangan Anak Muda Lewat Hiburan

JAKARTA - Pontianak kembali membuktikan diri sebagai kota yang antusias menyambut kegiatan kreatif yang memadukan edukasi dan hiburan. Hal itu terlihat dari gelaran SampoernaFest Pontianak yang sukses menyedot perhatian masyarakat Kalimantan Barat, terutama generasi muda, melalui konsep festival edutainment yang dikemas interaktif dan menyenangkan.

Bukan sekadar konser musik, acara ini menjadi ruang belajar finansial yang terasa ringan dan mudah diterima. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, literasi dan inklusi keuangan menjadi bekal penting, terutama bagi anak muda yang kini semakin dekat dengan dunia digital, layanan keuangan modern, hingga peluang usaha.

SampoernaFest Pontianak dalam rangka memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui hiburan dan kegiatan pemberdayaan UMKM sukses menyedot perhatian masyarakat Kalbar. Terbukti sekitar 10 ribu orang memadati kegiatan tersebut yang sukses digelar di Halaman Makodam XII Tanjupura, Minggu (31 Januari 2026) malam.

Festival Edutainment: Edukasi Keuangan yang Dibuat Menyenangkan

Konsep yang diusung SampoernaFest Pontianak memang berbeda. Alih-alih menghadirkan edukasi finansial dalam format seminar formal, festival ini memilih jalur hiburan sebagai pintu masuk. Hasilnya, edukasi terasa lebih dekat dan mudah dipahami, tanpa menghilangkan substansi yang ingin disampaikan.

Henky menegaskan, pemahaman keuangan merupakan kebutuhan mendasar bagi generasi muda, terutama saat situasi ekonomi terus bergerak dinamis. Melalui festival yang fun, ilmu keuangan tidak lagi terasa rumit atau “berat”, melainkan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Ia juga menekankan bahwa format seperti ini membantu masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan, karena edukasi diberikan lewat pendekatan yang tidak mengintimidasi.

Generasi Muda Jadi Sasaran Utama Literasi dan Inklusi Keuangan

Di era saat ini, generasi muda menjadi kelompok yang sangat dekat dengan berbagai keputusan finansial—mulai dari menabung, investasi, hingga penggunaan layanan digital. Namun kedekatan itu tidak selalu sejalan dengan pemahaman yang matang.

Karena itu, SampoernaFest hadir sebagai upaya untuk memperluas pemahaman dasar terkait pengelolaan uang. Dengan cara yang lebih relevan untuk anak muda, literasi finansial bisa diterima bukan sebagai teori, melainkan keterampilan hidup yang berguna.

Henky menyebut bahwa festival edutainment menjadi pendekatan yang efektif karena memberi pengalaman langsung. Edukasi tidak hanya disampaikan satu arah, tetapi dibangun lewat suasana yang akrab, sehingga peserta merasa lebih terbuka untuk belajar.

Kolaborasi Pendidikan: Mahasiswa Jadi “Savings Agent”

Salah satu kekuatan utama SampoernaFest Pontianak adalah strategi kolaborasinya. Bank Sampoerna tidak berjalan sendiri, tetapi menggandeng dunia pendidikan agar pesan literasi keuangan dapat menjangkau lebih luas dan lebih dekat ke komunitas.

Dalam SampoernaFest Pontianak tersebut menjalin strategi kolaborasi. Oktavia Lakshmi Wardani, Lending & Fintech Product & Partnership Division Head, mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak.

"Mahasiswa berperan strategis sebagai perpanjangan tangan kami dalam menyampaikan literasi keuangan, yakni sebagai Savings Agent. Melalui mereka, kami berharap pengelolaan keuangan yang bijak dapat tersampaikan lebih mudah," jelas Oktavia.

Peran mahasiswa sebagai Savings Agent ini menjadi jembatan yang penting. Sebab, literasi keuangan sering kali lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh orang-orang yang sebaya atau berada dalam lingkungan sosial yang dekat. Dengan cara ini, pesan edukasi terasa lebih relevan dan membumi.

UMKM dan Ragam Aktivitas: Edukasi Tidak Berdiri Sendiri

Selain fokus pada generasi muda, festival ini juga membawa semangat pemberdayaan UMKM. Kehadiran UMKM dalam festival bukan hanya pelengkap, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi yang ingin diperkuat.

Pengunjung pun tidak hanya datang untuk menonton konser. Mereka juga bisa menikmati berbagai aktivitas yang membuat festival terasa lengkap, mulai dari hiburan ringan hingga pengalaman edutainment yang menarik.

"SampoernaFest Pontianak juga sukses menarik minat pengunjung dengan menawarkan paket lengkap antara edukasi dan hiburan. Pengunjung tidak hanya mendapat edukasi keuangan, tetapi juga dapat menikmati beragam aktivitas seperti arcade games, bazar makanan, photobooth, dan area edutainment," kata dia.

Konsep ini menjadikan festival terasa seperti ruang publik yang hidup—ada edukasi, ada hiburan, ada aktivitas ekonomi, dan ada interaksi sosial. Inilah yang membuat literasi keuangan tidak terasa seperti “kewajiban”, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan.

Konser Musisi Ternama Jadi Puncak Antusiasme

Sebagai penutup, festival ini menghadirkan konser yang menjadi magnet besar bagi masyarakat. Kehadiran musisi nasional hingga lokal membuat suasana semakin meriah dan memperkuat daya tarik acara, terutama bagi generasi muda.

Puncak acara dimeriahkan oleh penampilan musisi ternama seperti Dewa19 ft. Marcello Tahitoe, The Changcuters, Juicy Lucy, serta musisi lokal Marjakani, Dewan Penghibur Rakyat (DPR), dan Danzas.

Kombinasi konser besar dan edukasi keuangan inilah yang membuat SampoernaFest Pontianak sukses menarik sekitar 10 ribu orang. Acara ini sekaligus menunjukkan bahwa literasi keuangan bisa diperkuat tanpa harus selalu formal—melainkan dapat dibangun lewat pendekatan yang kreatif, kolaboratif, dan dekat dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua