Breaking

PLN EPI dan Indokorea Gas Consortium Mengukuhkan Komitmen untuk Transisi Energi Melalui Infrastruktur LNG di Sulawesi-Maluku

RE
Jumat, 05 April 2024
PLN EPI dan Indokorea Gas Consortium Mengukuhkan Komitmen untuk Transisi Energi Melalui Infrastruktur LNG di Sulawesi-Maluku
Jakarta, PT PLN (Persero), melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (EPI), mengukuhkan komitmennya dalam mendukung upaya pencapaian Net Zero Emissions (NZE) dengan melakukan kerja sama strategis dalam pengembangan infrastruktur midstream Liquefied Natural Gas (LNG) di wilayah Sulawesi-Maluku.    Penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) antara PLN EPI dan Konsorsium PT AGP Indonesia Utama (AGPIU), PT Suasa Benua Sukses (SBS), dan PT KPM Oil & Gas (KPMOG) dilakukan di Kantor Pusat PLN, Jakarta pada Selasa (26/3), melanjutkan komitmen serupa yang sebelumnya telah dilakukan untuk wilayah Nias dan Nusa Tenggara.   Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa langkah strategis dalam menekan emisi karbon menuju NZE di sektor kelistrikan adalah dengan mengurangi emisi karbon. Program gasifikasi pembangkit menjadi langkah penting yang tidak hanya menekan biaya bahan bakar, tetapi juga mengurangi ketergantungan atas impor minyak mentah atau solar.   "PLN telah memiliki strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED), di mana 75% pasokan listrik akan berasal dari energi terbarukan dan 25% dari pembangkit gas. Peranan gas dinilai krusial dalam transisi energi," jelas Darmawan.   Menyusul kerja sama ini, PLN memperkuat kolaborasi strategis dengan para pihak penyedia infrastruktur gas untuk menjamin pasokan gas bagi pembangkit. Hal ini dianggap penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik.   Yusuf Didi Setiarto, Direktur Legal & Human Capital PLN, menyatakan bahwa penandatanganan kerja sama antara PLN EPI dan mitra konsorsium merupakan tahap penting dalam pengembangan energi primer di Indonesia. Dia menekankan pentingnya konsolidasi seluruh pihak untuk memetakan tahapan selanjutnya guna kelancaran program ini.   Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PLN EPI, menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur midstream LNG di wilayah Sulawesi-Maluku untuk mendukung gasifikasi pembangkit. Dia menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh jaringan gas pipa dan terminal LNG berada di Indonesia bagian barat, sehingga pengembangan infrastruktur di wilayah timur menjadi sangat penting.   Konsorsium AGP-SBS-KPMOG telah ditetapkan sebagai mitra untuk pengembangan regasifikasi di 7 lokasi di wilayah Sulawesi dan Maluku dengan keseluruhan kapasitas 1.510 megawatt (MW).   CEO AG&P LNG and Commissioner AGPIU, Karthik Sathyamoorthy, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur midstream LNG di Indonesia. Dia menganggap proyek ini sebagai tahap awal dari kerja sama jangka panjang yang akan berlangsung selama 20 tahun ke depan.   Proyek pengembangan infrastruktur midstream LNG di wilayah Sulawesi-Maluku menarik perhatian pelaku industri LNG dunia karena tingkat kompleksitasnya, terutama dalam hal lokasi dan rantai pasok. Meski demikian, tantangan ini akan menjadi dorongan bagi konsorsium untuk fokus dalam mendukung upaya dekarbonisasi PLN Group.   Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga diharapkan akan membantu PLN mencapai tujuan dekarbonisasi sektor pembangkit listrik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua