Breaking

Pemerintah Dan SRO Kompak Perkuat Pasar Modal Jelang Pengumuman MSCI

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 12 Mei 2026
Pemerintah Dan SRO Kompak Perkuat Pasar Modal Jelang Pengumuman MSCI
ILUSTRASI, pasar modal (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Pemerintah bersama self-regulatory organization (SRO) saat ini tengah mempercepat agenda reformasi guna menjaga stabilitas pasar modal di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi dinamika global serta dalam rangka menantikan keputusan penting terkait market accessibility review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang direncanakan pada Juni 2026.

Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, menuturkan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang kuat dengan nilai pasar yang kompetitif bagi para investor global.

Ia menerangkan bahwa sejumlah kebijakan strategis, seperti kenaikan free float saham dari 7,5% menjadi 15% serta peningkatan porsi saham pada indeks RTI 45 untuk sektor dana pensiun dan asuransi dari 8% ke 20%, sudah mendapatkan respon positif dari MSCI.

“Keputusan final baru ditetapkan Juni 2026. Namun, arah penilaian mereka menunjukkan apresiasi atas langkah reformasi yang kami lakukan,” ujar Evita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Evita juga menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan di Indonesia naik cukup signifikan dari Rp 7.400 triliun menjadi Rp 9.200 triliun pada tahun 2029. 

Mayoritas dari kebutuhan tersebut berasal dari sektor masyarakat dan sosial, sehingga penguatan investasi di berbagai lini, termasuk logistik, menjadi hal yang sangat krusial.

“Kami memiliki ruang sekaligus tanggung jawab untuk meyakinkan pasar global bahwa reformasi ekonomi kami konsisten dan berkelanjutan,” kata Evita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki), memberikan penekanan bahwa kekuatan pasar modal saat ini tidak cuma bertumpu pada sentimen dunia, namun juga pada fondasi investor domestik yang kian luas dan aktif.

Ia berpendapat bahwa poin terpenting adalah mempertahankan konsistensi partisipasi dari investor lokal, baik dari kalangan individu maupun institusi.

“Selama kami yakin fundamental ekonomi kami baik, maka kami juga yakin pasar modal akan tetap baik,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua