BEI Minta Investor Cermati Fundamental Saat Pasar Saham yang Tidak Pasti
JAKARTA - Pejabat sementara Direktur Utama Bursa (Pjs Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau para pelaku pasar modal untuk memperhatikan fundamental perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli saham.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pasar modal Indonesia tengah berhadapan dengan beragam ketidakpastian, baik yang bersumber dari faktor eksternal atau global maupun internal atau dalam negeri.
Perusahaan yang memiliki fundamental yang kuat dinilai bakal lebih siap dalam menghadapi situasi penuh ketidakpastian tersebut.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Memang ketidakpastian di pasar kami itu masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental," ujarnya dilansir dari berita sumber, Senin (18/5/2026).
Jeffrey membeberkan sejumlah faktor yang memicu pasar saham berada di zona ketidakpastian, salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Saat ini posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertengger di level Rp17.678 per USD.
Di samping faktor nilai tukar, Jeffrey memaparkan beberapa penyebab ketidakpastian pasar modal juga dipicu oleh fluktuasi harga komoditas, serta ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah hingga Rusia yang mengakibatkan terganggunya rantai pasok global.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Jadi seluruh ketidakpastian itu tentu akan berdampak sedikit banyak kepada pergerakan di pasar. Pesan kami kepada seluruh investor agar tetap memperhatikan faktor fundamental. Kemudian melakukan analisis secara cermat dan menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing, dalam kondisi pasar yang dinamis dan penuh dengan ketidakpastian ini," kata dia.
Kendati demikian, Jeffrey menyebutkan bahwa kondisi ketidakpastian ini tidak hanya melanda pasar modal Indonesia semata. Sejumlah indeks di kawasan Asia pun mengalami koreksi yang serupa pada pekan perdagangan sebelumnya.
Bursa Asia secara kompak terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Tercatat Nikkei 225 ditutup terkoreksi 1,99 persen, SSE Composite koreksi 1,02 persen, CSI 300 Indeks tertekan 1,12 persen, Indeks KOSPI juga ikut tertekan 6,12 persen, TAIEX melemah 1,39 persen, dan S&P 200 tertekan 0,11 persen.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kalau kami akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kami alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar dia.