Breaking

Harga Perak Antam Melonjak Lagi dan Tembus Rp50.000 per Gram

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 22 Mei 2026
Harga Perak Antam Melonjak Lagi dan Tembus Rp50.000 per Gram
Ilustrasi Perak Batangan. (Foto: NET)

JAKARTA – Nilai perak murni cetakan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terkonfirmasi kembali merangkak naik pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laju penguatan komoditas perak Antam tersebut sukses membawanya kembali melampaui batas Rp 50.000 per gram.

Bila melihat grafik di situs resmi Logam Mulia, harga perak Antam (ANTM) pada hari ini melesat tajam sebesar Rp 400 menuju posisi Rp 50.200 per gram.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni hari Kamis (21/5/2026), nilai jual perak Antam (ANTM) telah meroket signifikan sebesar Rp 1.150 hingga bertengger di angka Rp 49.800 per gram.

Sementara pada hari Rabu (20/5/2026), harga perak Antam (ANTM) sempat merosot sangat dalam sebesar Rp 2.350 menuju level Rp 48.650 per gram.

Penurunan tersebut sempat membuat posisi perak Antam keluar dari area Rp 50.000 per gram.

Untuk perdagangan Jumat hari ini (22/5/2026), nilai dasar perak Antam (ANTM) murni pecahan 250 gram ditetapkan pada angka Rp 12.950.000, sedangkan untuk harga pasaran yang sudah mencakup komponen PPN 11% dipatok sebesar Rp 14.374.500.

Selanjutnya, harga dasar untuk perak Antam (ANTM) murni dengan volume 500 gram dipasang senilai Rp 25.100.000, dengan nominal akhir yang telah ditambahkan PPN 11% berada di level Rp 27.861.000.

Di segmen lain, nilai jual perak Antam (ANTM) jenis Heritage untuk berat 31,1 gram pada hari ini dibanderol Rp 2.109.028, dengan perhitungan harga akhir setelah kena pajak PPN 11% di rentang Rp 2.341.021.

Lalu untuk varian perak Antam (ANTM) Heritage dengan bobot 186,6 gram hari ini dilepas pada angka Rp 11.532.616, serta untuk patokan harga yang sudah termasuk pengenaan PPN 11% bertengger di posisi Rp 12.801.204.

Di sisi lain, pergerakan harga perak di pasar internasional terpantau sedang terkoreksi tipis 0,69% menuju level US$ 76,03 per ons ketika laporan ini disusun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua