Breaking

Emas Dunia Menguat 1,2 Persen Seiring Sinyal Damai AS dan Iran

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 25 Mei 2026
Emas Dunia Menguat 1,2 Persen Seiring Sinyal Damai AS dan Iran
Ilustrasi Emas (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Harga emas di pasar global merangkak naik menyusul adanya sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang berpeluang mengoperasikan kembali Selat Hormuz untuk menekan kekhawatiran terhadap inflasi dunia pada Senin (25/5/2026).

Komoditas logam mulia ini berada di posisi perdagangan berkisar US$4.564 per ons setelah sebelumnya sempat merosot hingga 0,7 persen pada hari Jumat yang lalu, sebagaimana dilansir dari berita sumber Bloombergtechnoz.

Hingga kini, proses diplomasi mengenai rancangan final kesepakatan masih terus bergulir dan diprediksi memakan waktu dalam beberapa hari ke depan menanti pernyataan resmi dari kedua belah pihak.

Terkait dengan perkembangan kondisi tersebut, Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapannya melalui platform media sosial pribadinya.

"terburu-buru" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelum munculnya pernyataan tersebut, tanda-tanda positif mengenai resolusi konflik di wilayah Selat Hormuz telah mulai disampaikan oleh pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

"kabar baik" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Koreksi harga emas pada hari Jumat sebelumnya dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar atas pengetatan kebijakan moneter setelah munculnya peringatan terkait potensi krisis energi akibat konflik Iran yang dapat mendongkrak inflasi.

Sejak perang Iran meletus pada akhir Februari, harga emas spot dilaporkan telah jatuh sekitar 14 persen seiring langkah para investor yang terus memperhitungkan risiko dari kebijakan suku bunga tinggi.

Dalam aktivitas perdagangan di Singapura pada pukul 06.50 pagi, emas spot terpantau naik 1,2 persen menuju posisi US$4.564,09 per ons, perak melesat 3 persen ke level US$77,80, sementara platinum serta paladium bertambah kuat di tengah pergerakan Bloomberg Dollar Spot Index yang cenderung stagnan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua