IHSG Kemungkinan Melemah, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih rentan melanjutkan tren penurunan menuju posisi 5.899 pada sesi perdagangan hari ini, Senin (25/5/2026).
Di tengah situasi pasar yang tertekan ini, beberapa saham seperti ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB mulai masuk dalam radar perhatian para analis.
Berdasarkan catatan dari tim analis MNC Sekuritas, IHSG sebenarnya sempat menguat 1,10% ke posisi 6.162,04 pada perdagangan Jumat (22/5/2026), yang dibarengi dengan tanda-tanda kehadiran volume pembelian.
Meski demikian, dalam hitungan mingguan IHSG terpantau masih merosot 8,35% dan situasi tekanan jual dinilai masih cukup kuat. Melalui analisis teknikal, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A pada wave (2) label hitam.
“Area koreksi berikutnya diperkirakan akan menguji level 5.899 yang sekaligus menjadi area support terdekat,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk sesi perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan memiliki area support pada level 5.996 dan 5.899, sementara untuk area resistance berkisar antara 6.318 hingga 6.459. MNC Sekuritas menyodorkan sejumlah saham pilihan yang dinilai prospektif bagi para pelaku pasar, yaitu ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB.
ASII – Buy on Weakness
Saham ASII mengalami penurunan sebesar 3,57% ke posisi 5.400 dan masih dibayangi oleh tren kenaikan tekanan jual. Secara teknikal, ASII diproyeksikan tengah berada di bagian wave [c] dari wave Y pada wave (4).
Buy on Weakness: 5.025–5.325
Target Price: 5.600, 5.975
Stoploss: di bawah 4.950
HRUM – Buy on Weakness
Saham HRUM mencatatkan penguatan hingga 11,27% ke level 790 dengan sokongan volume pembelian yang mulai muncul. Saat ini, HRUM diperkirakan sedang berada di bagian wave iv dari wave (iii) pada wave [c].
Buy on Weakness: 730–775
Target Price: 850, 890
Stoploss: di bawah 715
ISAT – Buy on Weakness
Saham ISAT terpangkas 1,44% ke posisi 2.050 dan bergerak di bawah tiga garis moving average (MA), menandakan dominasi tekanan jual yang masih kuat. Posisi ISAT diprediksi berada pada bagian akhir wave b pada label hitam atau wave (ii) pada label merah.
Buy on Weakness: 1.965–2.020
Target Price: 2.120, 2.220
Stoploss: di bawah 1.945
PSAB – Trading Buy
Saham PSAB melonjak pesat sebesar 14,52% ke posisi 426 yang dibarengi dengan kenaikan volume pembelian. Melalui tinjauan teknikal, saham berkode PSAB ini diperkirakan berada di bagian wave 4 dari wave (C).
Trading Buy: 394–416
Target Price: 446, 472
Stoploss: di bawah 384
Pada pergerakan sebelumnya, IHSG dilaporkan telah melemah sebesar 8,35% sepanjang pekan perdagangan 18—22 Mei 2026 hingga mendarat di posisi 6.162,04. Penurunan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya intensitas transaksi pasar serta aksi pelepasan saham oleh investor asing.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar P. Nurahmad memaparkan nilai kapitalisasi pasar Bursa turut mengalami penyusutan sebesar 10,07% menjadi Rp10.635 triliun dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp11.825 triliun. Artinya, total nilai kapitalisasi pasar telah tergerus sekitar Rp1.190 triliun hanya dalam jangka waktu satu minggu.
“Rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 15,68% menjadi Rp21,77 triliun dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar Rp18,82 triliun,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian bursa juga terangkat sebesar 2,53% menjadi sebanyak 36,67 billion lembar saham dari angka sebelumnya sebesar 35,76 billion lembar saham.
Kendati demikian, untuk rata-rata frekuensi transaksi harian didapati turun sebesar 6,5% menjadi 2,37 juta kali transaksi bila disandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai 2,53 juta kali transaksi.
Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa transaksi dengan nilai skala besar atau jumbo masih menguasai jalannya perdagangan di tengah guncangan pasar.
Sementara itu, aksi jual oleh investor asing terpantau masih berlanjut di pasar saham dalam negeri. Pada perdagangan hari Jumat (22/5/2026), pemodal asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp309,52 miliar.
Jika diakumulasikan sepanjang tahun berjalan 2026, nilai total net sell yang dilakukan oleh pihak asing kini telah menyentuh angka Rp41,63 triliun.