Breaking

FORU Targetkan Rp27,7 Triliun dari Rights Issue dan Akuisisi Saham

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
FORU Targetkan Rp27,7 Triliun dari Rights Issue dan Akuisisi Saham
ILUSTRASI, Logo PT Fortune Indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memiliki agenda untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue lewat penerbitan sebanyak-banyaknya 219,5 miliar lembar saham baru.

Merujuk pada prospektus yang dirilis Selasa (9/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber, "harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp126 per saham sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,7 triliun."

Bagi setiap pemilik 100 lembar saham lama bakal mendapatkan 47.177 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Langkah korporasi ini berisiko mendatangkan efek dilusi kepemilikan saham mencapai 99,79 persen untuk investor yang memilih tidak mengeksekusi hak mereka.

Sementara itu, pihak pengendali FORU yaitu IMR Asia Holding Pte Ltd yang mengantongi 76,81 persen saham perusahaan, bakal mengeksekusi seluruh hak milik mereka lewat skema setoran non-tunai atau inbreng.

Melalui metode tersebut, sebagaimana dilansir dari berita sumber, "IMR Asia Holding akan menyetorkan sebanyak 49 persen saham PT Borneo Prima dengan nilai transaksi sekitar Rp21,2 triliun sebagai pengganti setoran dana tunai dalam pelaksanaan rights issue."

Bergabungnya PT Borneo Prima sebagai portofolio utama bakal mengubah arah strategis FORU. Entitas tambang ini merupakan produsen batu bara kokas di Kalimantan Tengah dengan spesialisasi produk batu bara metalurgi untuk menyuplai sektor industri baja.

Di sisi lain, perolehan dana dari eksekusi HMETD oleh investor publik diproyeksikan menyentuh angka kisaran Rp6,4 triliun. Suntikan modal tersebut bakal dialokasikan sebagai pinjaman modal kerja bagi PT Borneo Prima dalam rangka menyokong operasional serta ekspansi bisnis penambangan tersebut.

Sejalan dengan kepemilikan baru di PT Borneo Prima, FORU pun berniat mengalihkan fokus bisnis utamanya untuk bertransformasi menjadi perusahaan holding.

Pada awalnya, FORU lebih familier sebagai korporasi yang bergerak pada sektor media dan komunikasi pemasaran. Lewat peralihan ini, FORU bakal memperluas jangkauan bisnisnya ke industri pertambangan batu bara kokas.

Masing-masing agenda mulai dari rights issue, proses inbreng, hingga pergeseran bidang bisnis utama ini bakal diajukan demi memperoleh restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 16 Juli 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua