Breaking

Harga Pertamax Melonjak, Asperindo Sebut Biaya Logistik Naik 50 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Harga Pertamax Melonjak, Asperindo Sebut Biaya Logistik Naik 50 Persen
ILUSTRASI, PenyortiranPaket (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Nilai jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax saat ini telah menembus angka Rp 16.250 per liternya. Lonjakan harga tersebut rupanya ikut membawa pengaruh terhadap sektor pelayanan ekspedisi barang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono memaparkan bahwa melambungnya harga Pertamax ini memberikan efek secara langsung maupun tidak langsung bagi industri kurir ekspres serta logistik. 

Beliau mengutarakan, salah satu poin yang akan terimbas dalam sektor pengantaran barang yaitu terhimpitnya anggaran transportasi. Hal ini dikarenakan pengeluaran untuk transportasi masih menjadi porsi paling dominan di dalam susunan anggaran belanja operasional korporasi pengiriman barang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya mobilitas armada, baik untuk distribusi antarkota, pengiriman last mile, maupun kegiatan operasional pendukung lainnya," ujar Budiyanto Darmastono kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Budiyanto menguraikan bahwa konsekuensi dari kenaikan Pertamax akan memaksa korporasi menaikkan anggaran logistik secara menyeluruh sekaligus memicu tekanan terhadap tingkat efisiensi kinerja operasional agensi ekspedisi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dampak kenaikan BBM tidak hanya berasal dari konsumsi bahan bakar kendaraan, tetapi juga memicu kenaikan biaya lain seperti tarif angkutan, biaya vendor transportasi, harga suku cadang, biaya pemeliharaan armada, hingga kenaikan harga kebutuhan operasional yang digunakan dalam rantai pasok," ucap dia.

Lebih mendalam, menurut Budiyanto, konsekuensi lonjakan BBM terhadap aktivitas operasional dengan volume masif serta lini distribusi yang menggurita bakal mengalami tekanan berat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dalam operasional logistik, biaya transportasi dapat mencapai sekitar 30% hingga 50% dari total biaya operasional, tergantung model bisnis dan cakupan layanan perusahaan," kata Budiyanto.

Oleh sebab itu, setiap adanya lonjakan pada harga BBM dipastikan bakal berimbas secara seketika terhadap anggaran pengantaran.

Bukan hanya efek seketika pada lini kendaraan milik perusahaan, meroketnya BBM juga mengusik para mitra transportasi, penyedia jasa distribusi, hingga para pelaku bisnis lainnya yang bergerak di dalam lingkungan logistik. 

Pada akhirnya, bermunculan efek domino yang mendongkrak ongkos operasional di sepanjang jalur distribusi barang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua