Breaking

Ketua OJK: Tema BIA 2026 Relevan Hadapi Ketidakpastian Global

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Ketua OJK: Tema BIA 2026 Relevan Hadapi Ketidakpastian Global
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (Sumber Gambar : infobanknews.com)

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memandang bahwa tema Where Growth Meets Strength yang diangkat pada ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 sangat sesuai dengan kondisi dunia usaha saat ini. Tema tersebut dinilai merepresentasikan pentingnya menciptakan pertumbuhan bisnis yang disokong oleh fondasi kuat di kala situasi ekonomi dunia sedang tidak menentu.

Friderica menjelaskan bahwa kemajuan sebuah korporasi tidak hanya diukur dari angka-angka performa yang tinggi saja. Lebih dari itu, pertumbuhan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola yang bersih, pengelolaan risiko yang matang, serta komitmen pada keberlanjutan masa depan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menyatakan, "Tema yang dipilih Where Growth Meets Strength mencerminkan bahwa pertumbuhan yang baik itu bukan semata-mata melihat angka pertumbuhannya yang tinggi, tapi harus merupakan pertumbuhan yang ditopang oleh fundamental usaha yang kuat, tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta orientasi keberlanjutan jangka panjang."

Menurut pandangan Friderica, esensi dari pesan tersebut kian krusial lantaran pelaku usaha saat ini sedang diterpa beraneka rupa tantangan besar. 

Mulai dari pergolakan geopolitik, hambatan dalam perdagangan internasional, hingga dampak perubahan iklim serta disrupsi digital yang mendesain ulang arah ekonomi sejagat.

Ia memaparkan bahwa organisasi internasional sekelas IMF, World Bank, dan OECD pun masih melihat masa depan ekonomi dunia dibayangi oleh ancaman penurunan laju pertumbuhan.

Ditambah lagi, konflik geopolitik yang belum mereda ikut memicu inflasi global tetap tinggi, sehingga memunculkan perkiraan bahwa era suku bunga tinggi bakal bertahan lebih lama. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menegaskan, "Kami semua memahami bahwa saat ini perekonomian global sedang berada dalam fase yang penuh tantangan dan penuh ketidakpastian."

Kendati tekanan dari luar negeri begitu hebat, Friderica melihat kondisi ekonomi Indonesia sejauh ini masih menunjukkan daya tahan yang sangat baik.

Ia menjabarkan bahwa pada kuartal I/2026, pertumbuhan ekonomi domestik sukses menembus angka 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di barisan anggota G20.

Bukan hanya itu, industri jasa keuangan nasional pun dilaporkan tetap berdiri kokoh menahan guncangan global. Aktivitas penyaluran kredit perbankan, piutang di sektor pembiayaan, hingga industri asuransi dipastikan masih memperlihatkan capaian kinerja yang aman dan terkendali.

Sebagai informasi, Bisnis Indonesia Awards 2026 kali ini merupakan perhelatan yang ke-24 sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2002. 

Acara penghargaan ini diselenggarakan secara rutin sebagai bentuk penghormatan bagi perusahaan-perusahaan serta para pelaku industri yang dianggap sukses memberikan sumbangsih nyata bagi perekonomian Tanah Air.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua