Kejar Status KBMI 3, Bank Mandiri Taspen Bidik Lisensi Bullion Bank
DENPASAR – PT Bank Mandiri Taspen memproyeksikan peningkatan level ke kategori kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 pada tahun 2028. Pencapaian status KBMI 3 ini akan membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis, salah satunya dengan mengejar lisensi sebagai bullion bank.
Hingga saat ini, baru terdapat dua entitas yang mengantongi lisensi bullion bank, yakni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) dan PT Pegadaian.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan regulasi ketat bagi perusahaan yang berminat memperoleh izin bank emas tersebut, di antaranya keharusan memiliki modal inti paling sedikit Rp14 triliun, atau setara dengan KBMI 3.
Rencana Bank Mandiri Taspen untuk meningkatkan kelas menjadi KBMI 3 dipastikan dapat direalisasikan tanpa memerlukan suntikan modal tambahan dari pemegang saham.
Dengan kata lain, perseroan memilih langkah organik melalui upaya konsisten dalam menghasilkan pertumbuhan laba yang maksimal, sehingga akumulasi laba ditahan hingga 2028 nantinya mampu memperkokoh modal Bank Mandiri Taspen.
Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, mengungkapkan bahwa kondisi permodalan perusahaan saat ini berada jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator.
Tercatat, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) telah berada di level sekitar 30 persen, dengan nilai modal inti per Maret 2026 sebesar Rp9,34 triliun.
"Kalau performa kami tetap seperti sekarang saja, dalam tiga tahun ke depan kami optimistis modal inti sudah mencapai Rp14 triliun sehingga bisa naik menjadi KBM III secara organik," ujar Agus dalam acara Media Gathering di Denpasar, Bali, Jumat (3/7/2026) malam, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurutnya, sejak tahun 2020, Bank Mandiri Taspen sudah tidak lagi mengandalkan tambahan modal dari entitas induk, yakni Bank Mandiri (BMRI) dan PT Taspen. Seluruh pembiayaan untuk kegiatan ekspansi perusahaan kini mampu dicukupi dari laba yang diperoleh.
Strategi tersebut ditopang oleh kebijakan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang dipatok hanya sekitar 10 persen. Dengan demikian, porsi terbesar dari perolehan laba dialokasikan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Pada tahun 2025, laba bersih yang dibukukan Bank Mandiri Taspen mencapai Rp1,58 triliun. Perseroan mematok target kenaikan laba menjadi sekitar Rp1,7 triliun pada tahun ini, lalu meningkat menjadi Rp2 triliun di tahun depan, dan diharapkan mencapai Rp2,5 triliun pada tahun berikutnya.
Dengan modal inti yang mencapai Rp14 triliun, Bank Mandiri Taspen tidak hanya akan naik kelas menjadi KBMI 3, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melakukan diversifikasi usaha, termasuk merambah sektor bullion bank.
"Kalau roadmap berjalan sesuai rencana, 2028 kami berharap sudah memenuhi syarat menjadi bullion bank," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.