Breaking

Kinerja ESG AVIA di Atas Rata-Rata Global, Begini Rekomendasi Analis

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
Kinerja ESG AVIA di Atas Rata-Rata Global, Begini Rekomendasi Analis
ILUSTRASI, Skor ESG Avian Brands berada di Top 12% global subsektor bahan bangunan. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Avia Avian Tbk (AVIA) sukses mempertahankan posisinya sebagai konstituen dalam FTSE Russell ESG Rating 2026. Di samping itu, produsen cat dekoratif paling besar di tanah air ini pun membukukan kenaikan skor Environmental, Social, and Governance (ESG), yang memposisikannya di kelompok perusahaan dengan penerapan keberlanjutan paling baik pada industri bahan bangunan di tingkat dunia.

Mengacu pada hasil penilaian dari FTSE Russell per tanggal 22 Juni 2026, Avian Brands sukses mendapatkan ESG Score sebesar 4,0 disertai Percentile Rank 88, yang menempatkan perseroan ke dalam Top 12% perusahaan berskala global di subsektor Building Materials & Fixtures. 

Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa performa ESG milik Avian Brands berada di atas rata-rata korporasi global pada subsektor yang sejenis, serta melampaui rata-rata perusahaan yang ada di Indonesia. 

Perolehan tersebut membuktikan jika strategi keberlanjutan yang diimplementasikan perseroan sudah memenuhi standar internasional serta kian diakui oleh pasar dunia.

Kepala Hubungan Investor Avian Brands, Andreas Hadikrisno, mengungkapkan bahwa kenaikan skor ESG ini adalah buah manis dari komitmen jangka panjang perseroan dalam menyatukan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses kegiatan bisnis. Sebagaimana dilansir dari berita sumber: "Peningkatan skor ESG dan posisi Avian Brands yang berada di atas rata-rata perusahaan global dalam subsektor kami menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata. Kami meyakini bahwa praktik ESG bukan hanya menjadi tuntutan pasar global, tetapi juga fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Pada evaluasi tahun ini, Avian Brands turut memperoleh nilai maksimal dalam beberapa poin krusial, meliputi Environmental Supply Chain, Labour Standards, Human Rights & Community, dan Anti-Corruption. 

Hasil memuaskan ini merefleksikan keseriusan perseroan dalam menciptakan rantai pasok yang bertanggung jawab, menghadirkan lingkungan kerja yang aman sekaligus inklusif, serta memperkokoh budaya integritas serta tata kelola korporasi yang sehat.

FTSE Russell, yang merupakan bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG), menjadi salah satu penyedia indeks serta pemeringkat bidang ESG yang kerap dipakai sebagai barometer oleh investor institusional, manajer investasi, beserta para pelaku pasar modal dunia dalam menakar mutu penerapan ESG di suatu korporasi. Sebagaimana dilansir dari berita sumber: "Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Avian Brands sebagai salah satu perusahaan manufaktur bahan bangunan terdepan di Indonesia yang mampu menerapkan praktik keberlanjutan sesuai standar internasional,” kata Andreas.

Perseroan memandang bahwa strategi ESG yang diaplikasikan bukan cuma memperkuat daya saing bisnis, melainkan ikut mendatangkan nilai jangka panjang bagi para pelanggan, masyarakat, investor, beserta seluruh pihak yang berkepentingan.

Sekarang ini, AVIA mendominasi kisaran 26% pangsa pasar cat dekoratif di dalam negeri yang ditopang oleh fasilitas manufaktur di wilayah Sidoarjo dan Serang. 

Adanya integrasi vertikal mempermudah perseroan guna memproduksi mayoritas bahan baku secara mandiri, sehingga mampu menaikkan efisiensi operasional. 

Kurang lebih 80% dari pendapatan perseroan bersumber dari solusi arsitektur, sedangkan bagian sisanya dipasok oleh segmen barang dagangan.

Nilai saham AVIA terkoreksi 0,63% berada di posisi Rp 314 per lembar saham pada hari Rabu (8/7/2026) hingga jam 09.45 WIB. Di lain sisi, dalam kurun waktu lima hari saham AVIA sempat menguat 3,95% dan sepanjang tahun berjalan ini sudah terkoreksi sebesar 39,23%.

Secara valuasi, saham AVIA mengacu pada konsensus analis Bloomberg dinilai masih menyimpan potensi penguatan sebesar 54,9%. Hal ini lantaran menurut konsensus dari 11 analis Bloomberg menetapkan target harga pada level Rp 492,5 per lembar saham. 

Di mana terdapat 10 analis yang menyarankan aksi beli dan satu analis memberikan rekomendasi hold.

Analisis teranyar dirilis oleh Analis DBS Bank, Bryan Soegianto, yang mematok target harga pada level Rp 290 per lembar saham disertai rekomendasi hold.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua