Breaking

Program PRIMA KEK Industropolis Batang Cetak SDM Industri Siap Kerja

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 10 Juli 2026
Program PRIMA KEK Industropolis Batang Cetak SDM Industri Siap Kerja
ILUSTRASI, Peserta Program PRIMA KEK Industropolis Batang meningkat menjadi 756 siswa dan taruna pada 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melakukan perluasan pada Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) di tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi dalam mempersiapkan tenaga kerja setempat agar siap memenuhi kriteria industri manufaktur. Melalui program ini, para peserta tidak sekadar dibekali keahlian teknis, namun juga ditempa dari segi kesiapan mental, ketahanan fisik, serta kedisiplinan sebelum mereka terjun ke lingkungan kerja.

Pada pelaksanaan di tahun depan, jumlah lembaga pendidikan yang berpartisipasi mengalami kenaikan yang cukup besar.

Jika pada fase awal Program PRIMA hanya diikuti oleh lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kuota 130 murid, maka pada tahun 2026 jumlahnya berkembang menjadi delapan SMK dengan total 160 peserta inti.

Animo terhadap program ini pun terpantau terus melonjak. SMK Negeri 1 Batang mendaftarkan kepesertaan secara mandiri dengan membawa 360 siswa, sedangkan PKTJ Tegal menyertakan sebanyak 106 taruna. 

Mengacu pada penambahan tersebut, keseluruhan peserta yang mengikuti Program PRIMA 2026 melonjak hingga menyentuh angka 756 siswa dan taruna.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, memaparkan bahwa bertambahnya jumlah peserta ini mengindikasikan semakin tingginya tingkat kepercayaan dari sektor pendidikan maupun sektor industri terhadap Program PRIMA. 

Menurut Indri, peningkatan secara kuantitas ini juga dibarengi dengan penguatan pada mutu program. Salah satu langkahnya yakni dengan melibatkan para guru SMK secara aktif dalam pergelaran kegiatan, sehingga mereka bisa mengetahui secara langsung apa saja kebutuhan tenaga kerja yang dicari oleh korporasi yang beroperasi di dalam kawasan industri tersebut.

"Guru-guru SMK kini tidak lagi sekadar mendampingi dari pinggir lapangan. Mereka terlibat langsung sebagai bagian dari kepanitiaan, berinteraksi, dan menyerap kebutuhan nyata dari para HR tenant global kami. Kami percaya guru yang memahami kebutuhan industri secara presisi akan melahirkan lulusan yang jauh lebih siap kerja," kata Indri dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Modifikasi pada pendekatan ini turut memanen apresiasi dari Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, Agus Nowo Edy. 

Dalam pandangannya, Program PRIMA dapat dijadikan sebagai percontohan dari penerapan konsep link and match yang lebih mendalam antara dunia pendidikan dengan sektor industri. 

Program ini menggandeng praktisi SDM dari PT KCC Glass Indonesia serta PT Wavin Manufacturing Indonesia, memberikan kesempatan peninjauan langsung ke area fasilitas produksi, mendatangkan ahli psikologi dari Universitas Diponegoro, hingga mengadakan pelatihan kedisiplinan yang dipandu oleh TNI.

"Program ini melampaui pola magang konvensional karena mengintegrasikan kurikulum sekolah, praktisi industri, psikolog dari Universitas Diponegoro, hingga pelatih kedisiplinan TNI. Hal ini membuat pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua semakin yakin bahwa anak-anak Batang sedang dipersiapkan menjadi talenta kelas dunia," kata Agus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lewat ekspansi Program PRIMA ini, KEK Industropolis Batang bertekad memperlihatkan kepada para calon investor bahwa penyediaan tenaga kerja yang kompeten serta memiliki mentalitas kuat di Batang sudah dipersiapkan secara terstruktur, berkelanjutan, dan siap menjawab tantangan kebutuhan industri di masa depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua