Pertamina Patra Niaga Luncurkan B40PF untuk Industri Andal
JAKARATA - Dorongan menuju energi yang lebih bersih kini semakin nyata, termasuk di sektor industri yang selama ini dikenal sebagai pengguna energi besar. Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan inovasi bahan bakar ramah lingkungan yang tetap mengutamakan performa mesin dan efisiensi operasional. Produk baru itu adalah Biosolar B40 Performance (B40PF), yang dirancang khusus untuk pelanggan industri dengan kandungan energi nabati lebih tinggi.
Peluncuran B40PF menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi hijau, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati. Tidak hanya menawarkan nilai keberlanjutan, B40PF juga ditargetkan mampu menjawab tantangan teknis di lapangan: menjaga keandalan mesin industri, memperbaiki kualitas pembakaran, dan meningkatkan efisiensi.
Bertempat di Terminal BBM Surabaya, Pertamina Patra Niaga melalui Regional Jatimbalinus melaksanakan penyaluran perdana kepada agen BBM industri di Jawa Timur pada Sabtu (30/1/20026). Terminal BBM Surabaya pun ditetapkan sebagai terminal pionir untuk penyaluran B40PF di wilayah Regional Jatimbalinus, sekaligus menjadi lokasi kedua secara nasional setelah sebelumnya diluncurkan di Regional Sumbagsel.
Penyaluran Perdana B40PF Dimulai dari Terminal BBM Surabaya
Langkah awal distribusi B40PF dilakukan melalui Terminal BBM Surabaya yang menjadi titik penting dalam rantai pasok energi di Jawa Timur. Pertamina Patra Niaga menandai dimulainya penyaluran ini sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur energi hijau untuk sektor industri.
Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Pande Made Andi Suryawan menjelaskan bahwa penyaluran perdana dilakukan dengan volume 15 kilo liter (KL). Volume tersebut akan didistribusikan ke beberapa area utama di Jawa Timur, yakni Surabaya, Mojokerto, dan Pasuruan.
“Penyaluran perdana dilakukan dengan volume 15 kilo liter (KL) yang akan didistribusikan ke area Surabaya, Mojokerto dan Pasuruan,” kata Pande.
Setelah tahap awal ini, distribusi akan diperluas secara bertahap ke seluruh Terminal BBM yang berada di Regional Jatimbalinus. Artinya, Surabaya menjadi gerbang pembuka sebelum B40PF hadir lebih luas untuk mendukung kebutuhan energi industri di kawasan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Jawa Timur Jadi Pasar Potensial karena Didominasi Sektor Industri
Pertamina Patra Niaga menilai Jawa Timur sebagai wilayah dengan potensi pasar yang sangat besar untuk B40PF. Hal ini tidak lepas dari karakter wilayah yang didominasi sektor industri, mulai dari manufaktur hingga logistik dan perkapalan.
Pande menyebut kebutuhan bahan bakar industri di Jawa Timur sangat tinggi, sehingga B40PF dinilai relevan dan strategis untuk diterapkan. Produk ini juga diproyeksikan dapat menjangkau banyak segmen industri yang membutuhkan pasokan energi stabil dan efisien.
Dengan cakupan sektor tersebut, B40PF bukan hanya diposisikan sebagai produk baru, melainkan sebagai solusi energi industri yang lebih modern: lebih ramah lingkungan, namun tetap kuat secara performa untuk kebutuhan operasional.
Keunggulan Formula Pertatec: Pembakaran Lebih Baik dan Efisiensi Naik
Salah satu nilai utama B40PF adalah desainnya yang memang ditujukan untuk kebutuhan industri. Pande menjelaskan bahwa B40PF dirancang dengan keunggulan formula Pertatec yang memberikan sejumlah manfaat teknis bagi mesin dan sistem pembakaran.
Menurutnya, B40PF mampu meningkatkan kualitas pembakaran, menjaga kebersihan mesin, serta meningkatkan efisiensi hingga 6% dibandingkan solar biasa. Bagi sektor industri, peningkatan efisiensi semacam ini berarti signifikan karena berkaitan langsung dengan biaya operasional dan stabilitas performa mesin dalam jangka panjang.
“B40PF dirancang untuk industri dengan keunggulan formula Pertatec. Produk ini meningkatkan kualitas pembakaran, menjaga kebersihan mesin, dan meningkatkan efisiensi hingga 6% dibandingkan solar biasa,” jelas Pande.
Ia menambahkan, kehadiran B40PF juga menjadi jawaban terhadap tantangan umum penggunaan bahan bakar di sektor industri, seperti potensi penurunan daya mesin dan hambatan aliran bahan bakar.
Selaras Target Swasembada Energi dan Net Zero Emission 2060
Selain aspek teknis, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa B40PF hadir sejalan dengan agenda besar pemerintah terkait kemandirian energi dan penurunan emisi. Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Roheli.
Menurut Ahad, distribusi B40PF merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi serta mendukung target Net Zero Emission 2060. Untuk itu, kesiapan sarana dan prasarana Terminal BBM juga dipastikan berjalan optimal agar pasokan B40PF dapat terpenuhi untuk segmen industri.
“Dalam rangka mendukung distribusi B40PF ini, sarana dan prasarana Terminal BBM disiapkan secara optimal untuk mendukung penyediaan B40PF bagi segmen konsumen industri dalam rangka ketahanan energi nasional untuk swasembada energi,” tutup Ahad.
Peluncuran Biosolar B40 Performance (B40PF) pun menjadi langkah strategis Pertamina dalam mendukung target transisi energi nasional. Di saat yang sama, produk ini diharapkan memberi nilai tambah nyata bagi industri melalui efisiensi dan keandalan operasional yang lebih terjaga, tanpa mengesampingkan komitmen menuju energi yang lebih hijau.