Cita Rasa Otentik Lemang Golek Sako Menjadi Primadona Kuliner Khas Sungai Penuh

Cita Rasa Otentik Lemang Golek Sako Menjadi Primadona Kuliner Khas Sungai Penuh
Selasa, 10 Februari 2026 | 12:48:23 WIB

JAKARTA - Di tengah gempuran tren makanan kekinian, pesona kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya. Salah satu yang paling menonjol di Kota Sungai Penuh, Jambi, adalah Lemang Golek asli Sako. 

Kuliner yang memadukan rasa manis dan gurih ini bukan sekadar penganan pengganjal perut, melainkan warisan turun-temurun yang kini menjadi simbol kebanggaan warga setempat. Lemang Golek Sako telah lama menjadi andalan yang dicari, baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan yang sengaja datang untuk mencicipi keaslian rasanya yang melegenda.

Berbeda dengan lemang pada umumnya yang identik dengan rasa asin dan dimakan bersama rendang, Lemang Golek khas Sako ini memiliki karakteristik yang sangat unik. Proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional di wilayah Sako membuat aroma dan teksturnya tidak bisa ditemukan di tempat lain. 

Bagi siapa pun yang berkunjung ke daerah ini, aroma harum bambu yang terbakar berpadu dengan gurihnya santan dan manisnya isian akan langsung menyambut indra penciuman, menandakan bahwa pengalaman kuliner yang otentik siap untuk dinikmati.

Keunikan Proses Pembuatan Tradisional Menggunakan Bambu Dan Bara Api Pilihan

Keunggulan Lemang Golek Sako terletak pada detail proses pembuatannya yang sangat terjaga. Bahan utama berupa beras ketan berkualitas tinggi dicampur dengan santan kelapa kental yang segar untuk menciptakan rasa gurih yang mendalam. 

Yang membuat Lemang Golek ini istimewa adalah adanya "isian" tertentu yang memberikan sentuhan rasa manis di dalamnya. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam selongsong bambu muda yang telah dialasi dengan daun pisang agar aromanya semakin kuat dan tidak lengket saat dikeluarkan.

Proses "golek" atau memutar bambu di atas bara api adalah kunci kematangan yang sempurna. Para perajin lemang di Sako harus memiliki insting yang kuat untuk menentukan kapan bambu harus diputar agar tidak hangus sebelah. 

Pembakaran dilakukan secara perlahan menggunakan kayu bakar pilihan, yang memberikan aroma asap (smoky) yang khas ke dalam nasi ketan. Proses yang memakan waktu berjam-jam ini memastikan seluruh bagian lemang matang merata dengan tekstur yang sangat lembut namun tetap memiliki kekenyalan yang pas saat digigit.

Daya Tarik Rasa Manis Gurih Yang Memikat Para Pecinta Kuliner Nusantara

Ketika bambu dibelah dan lemang dikeluarkan, terlihat lapisan ketan yang mengkilap karena pengaruh santan. Lemang Golek Sako menawarkan sensasi rasa yang berlapis. Pada bagian luar, penikmat akan merasakan kegurihan santan yang intens, sementara saat mencapai bagian tengah, rasa manis yang lembut akan muncul memberikan keseimbangan yang sempurna. 

Inilah alasan mengapa Lemang Golek ini sering disebut sebagai hidangan yang "manis dan gurih" secara bersamaan, menjadikannya pilihan favorit untuk dinikmati dalam berbagai suasana.

Bagi warga Sungai Penuh, Lemang Golek Sako bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas sosial. Hidangan ini sering kali muncul dalam acara-acara adat, perayaan keluarga, hingga menjadi menu wajib saat momen hari raya. 

Popularitasnya yang konsisten selama puluhan tahun membuktikan bahwa rasa yang berkualitas akan selalu mampu bertahan melintasi zaman. Bahkan, banyak perantau asal Jambi yang menjadikan Lemang Golek ini sebagai buah tangan utama saat mereka kembali ke tempat perantauan.

Potensi Ekonomi Lokal Dan Pelestarian Tradisi Kuliner Di Wilayah Sako

Keberhasilan Lemang Golek Sako sebagai kuliner andalan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di kawasan Sako, Sungai Penuh. Banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya dari memproduksi dan menjual lemang secara harian. 

Dengan permintaan yang terus meningkat, industri rumah tangga ini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menjaga sirkulasi ekonomi tetap berputar di desa. Hal ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi kuliner bisa berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah setempat pun mulai melirik potensi ini sebagai bagian dari daya tarik wisata kuliner. Sako kini perlahan dikenal sebagai "sentra lemang" yang wajib dikunjungi. Upaya menjaga kualitas rasa adalah hal yang paling ditekankan oleh para pedagang. 

Mereka percaya bahwa dengan mempertahankan resep asli dan cara memasak tradisional, pelanggan tidak akan pernah berpaling. "Menjaga keaslian Lemang Golek Sako adalah cara kami menghormati leluhur sekaligus melayani pelanggan dengan sepenuh hati," ungkap salah satu pengrajin lemang di sela-sela aktivitas membakarnya.

Menjadikan Lemang Golek Sako Sebagai Ikon Wisata Kota Sungai Penuh

Ke depan, harapan masyarakat Sako adalah agar Lemang Golek ini semakin dikenal di kancah nasional bahkan internasional. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan kemasan yang lebih modern tanpa mengubah rasa aslinya, kuliner ini memiliki potensi besar untuk menjadi oleh-oleh premium. 

Kota Sungai Penuh dengan keindahan alamnya yang asri semakin lengkap dengan kehadiran Lemang Golek Sako yang menjadi pengalaman wajib bagi setiap pelancong yang singgah.

Menikmati sepotong Lemang Golek Sako sembari memandang pemandangan alam Sungai Penuh adalah sebuah kemewahan sederhana yang tiada duanya. Cita rasa manis dan gurihnya akan selalu membekas di ingatan, mengundang siapa saja untuk kembali datang. 

Melalui Lemang Golek, Sako tidak hanya bercerita tentang makanan, tetapi juga tentang ketekunan, tradisi, dan kekayaan rempah nusantara yang tak ternilai harganya. Kuliner ini akan terus menjadi andalan utama yang menyatukan orang-orang dalam kehangatan meja makan.

Reporter: Gemilang Ramadhan