Potensi Dividen ACES Menguat Seiring Kinerja Dan Ekspansi 2026

Ilustrasi Potensi Dividen ACES
Penulis: Ibtihal
Minggu, 12 April 2026 | 16:06:17 WIB

JAKARTA - Pergerakan emiten ritel selalu menarik perhatian investor, terutama saat mendekati periode pembagian dividen. Meskipun belum ada pengumuman resmi, sejumlah indikasi mulai memberikan gambaran mengenai potensi imbal hasil yang bisa diterima pemegang saham.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menjadi salah satu emiten yang tengah disorot. Perusahaan yang mengusung merek Azko ini belum mengumumkan dividen tahun buku 2025, namun kebijakan internalnya membuka peluang distribusi yang cukup menarik.

Dengan pendekatan yang konsisten terhadap pembagian laba, serta rekam jejak realisasi dividen beberapa tahun terakhir, proyeksi dividen ACES mulai diperhitungkan oleh analis pasar. Hal ini membuat sahamnya kembali menjadi perhatian di tengah dinamika sektor ritel yang terus berkembang.

Tidak hanya soal dividen, perusahaan juga telah memaparkan rencana bisnis ke depan, termasuk strategi ekspansi dan efisiensi. Kombinasi antara potensi dividen dan outlook pertumbuhan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi investor.

Kebijakan Dividen Dan Proyeksi Imbal Hasil Saham

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) yang mengusung merek Azko belum mengumumkan dividen tahun buku 2025, tetapi perseroan memiliki kebijakan dividend payout ratio minimum 50%.

Hal itu diungkapkan manajemen ACES dalam analyst gathering pada Kamis, seperti dikutip Stockbit Sekuritas dalam catatannya.

“Mempertimbangkan kebijakan tersebut dan rata-rata realisasi dividend payout ratio selama 3 tahun terakhir sebesar 73%, potensi dividen ACES berkisar Rp 19,5/saham hingga Rp 28,4/saham,” ungkap Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Amara Beatrice.

Dengan demikian, jika mengacu pada harga saham ACES, Kamis, di level Rp 350, maka itu mengindikasikan dividend yield sekitar 5,6-8,1%.

Panduan Kinerja Dan Target Bisnis Tahun Mendatang

Selain dividen, manajemen ACES juga mengungkapkan Guidance 2026 sebagai berikut:

  • Same store sales growth (SSSG): +2-4% yoy (vs realisasi 2025: -4,2% yoy).
  • Pertumbuhan pendapatan: +6-8% yoy (vs realisasi 2025: +0,7% yoy).
  • Beban iklan dan promosi: Maksimal 1,5% terhadap pendapatan (vs realisasi 2025: 1,7% terhadap pendapatan).
  • Capex: Rp 400-450 miliar.
  • Gerai baru: 25-30 toko baru Azko dan 40-50 toko baru Neka.
  • Dividend payout ratio: Setidaknya 50% untuk tahun buku 2025.

Strategi Ekspansi Dan Pemulihan Kinerja Penjualan

Manajemen ACES melihat potensi pertumbuhan 2026 berasal dari kombinasi ekspansi gerai Azko dan Neka serta pemulihan SSSG – kombinasi pertumbuhan volume dan harga jual.

Meski tidak memberikan guidance terkait margin, manajemen ACES mengekspektasikan margin dapat perlahan pulih seiring efisiensi biaya yang telah ditempuh sejak semester II-2025, serta target beban iklan dan promosi terhadap penjualan yang lebih konservatif.

Adapun momentum awal 2026 relatif positif, dengan SSSG pada Maret 2026 masih tumbuh positif, meski SSSG pada April 2026 diperkirakan sedikit melambat seiring berakhirnya musim Lebaran.

“Secara keseluruhan, SSSG selama kuartal I-2026 diperkirakan tetap positif (vs kuartal I-2025: +2,2% yoy),” sebut Beatrice.

Sementara itu, setelah membuka 10 toko Neka selama 2025, ACES berkomitmen untuk ekspansi sekitar 40-50 toko baru Neka pada 2026.

Manajemen menyebut bahwa margin laba kotor Neka saat ini sebesar 45% – sedikit di bawah Azko yang mencapai 47,6% per 2025 — dengan potensial upside seiring penambahan SKU dan ekspansi.

Capex dan opex per toko Neka juga lebih rendah dari Azko.

Risiko Bisnis Dan Tantangan Eksternal Perusahaan

Dari sisi risiko, ACES menghadapi tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap yuan (risiko kenaikan harga pokok) dan fuel surcharge akibat kenaikan harga minyak.

Karena itu, ACES mulai melakukan kenaikan harga jual sebagian SKU sejak awal April 2026, dengan tetap memperhatikan aspek kompetitif.

Sedangkan kebijakan pembatasan impor yang makin ketat masih dalam batas manageable bagi ACES, sekaligus berpotensi mengurangi tekanan kompetisi dari produk impor langsung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar, faktor eksternal tetap menjadi variabel penting yang perlu diperhatikan.

Dengan strategi penyesuaian harga, efisiensi biaya, serta ekspansi yang terukur, ACES berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas kinerja di tengah tantangan yang ada.

Reporter: Ibtihal