IHSG Sesi 1 Melemah Tajam 3%, Sektor Infrastruktur Jadi Pemberat

ILUSTRASI, IHSG
Jumat, 24 April 2026 | 20:05:05 WIB

JAKARTA - IHSG anjlok 3% ke level 7.152,85 pada akhir sesi 1 hari ini akibat tekanan geopolitik Timur Tengah serta lonjakan harga minyak dunia dan indeks dolar.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan harus terpangkas hingga 225,76 poin pada penutupan perdagangan tengah hari ini.

Tercatat sebanyak 670 saham mengalami penurunan harga yang membuat posisi indeks terpuruk di zona merah.

"Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 3% pada akhir perdagangan sesi 1 hari ini, Jumat (24/4/2026)," tulis laporan yang dikutip dari cnbcindonesia.com, Jumat (24/4/2026).

Pelemahan ini terjadi secara merata di seluruh sektor perdagangan dengan koreksi terdalam berada pada kelompok infrastruktur serta energi.

Situasi di pasar saham dalam negeri saat ini sedang dibayangi oleh meningkatnya tensi konflik di wilayah Timur Tengah.

"Pertemuan berjalan sangat baik!" kata Trump dalam unggahan Truth Social yang mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara tersebut, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com, Jumat (24/4/2026).

Meskipun terdapat kabar mengenai perpanjangan gencatan senjata, para pemodal terlihat masih bersikap sangat waspada.

Harga minyak mentah jenis brent dilaporkan kembali melesat hingga melewati angka US$ 105,07 untuk setiap barelnya.

Kondisi tersebut merupakan level harga tertinggi yang tercatat sejak 7 April 2026.

Melesatnya harga komoditas energi dan indeks dolar di level 98,77 memberikan beban berat bagi pergerakan nilai tukar rupiah dan indeks saham lokal.

Sejumlah emiten berkapitalisasi pasar jumbo seperti BBCA, BBRI, hingga TLKM menjadi beban utama bagi kinerja indeks pada hari ini.

Nilai transaksi yang tercatat pada akhir sesi 1 mencapai angka Rp 13,22 triliun.

Total volume saham yang diperdagangkan menyentuh angka 27,14 miliar lembar saham.

Kapitalisasi pasar modal Indonesia juga ikut menyusut hingga berada di angka Rp 12.787 triliun.

Reporter: Gemilang Ramadhan