Breaking

Diversifikasi Energi Terbarukan SOFA Ikut Proyek PSEL Danantara

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 10 Juni 2026
Diversifikasi Energi Terbarukan SOFA Ikut Proyek PSEL Danantara
ILUSTRASI, PT Solusi Environment Asia Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Solusi Environment Asia Tbk. (SOFA) secara resmi telah bergabung dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Melalui anak perusahaannya, PT Ananta Energi Asia (AEA), emiten tersebut telah menyepakati penandatanganan akta jual beli saham dengan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. beserta mitranya untuk menempati posisi pemegang saham di dua perusahaan konsorsium yang menggarap proyek PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi yang dirilis oleh perseroan pada Selasa (9/6/2026), AEA bakal memegang porsi kepemilikan saham masing-masing sebesar 10% di dalam kedua perusahaan konsorsium tersebut. 

Direktur Utama SOFA Denny Rizal menjelaskan bahwa keikutsertaan perseroan selaku mitra domestik dalam konsorsium proyek PSEL ini bersama Zhejiang Weiming merupakan wujud nyata dari komitmen perseroan dalam melebarkan sayap bisnis ke ranah energi baru terbarukan.

"[Masuknya AEA] merupakan bentuk realisasi dari upaya dan komitmen perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di bidang energi baru terbarukan," ujar Denny dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keputusan ini diambil menyusul adanya persetujuan dari PT Danantara Investment Management (DIM) pada Mei 2026 yang mengizinkan masuknya AEA sebagai rekan lokal dalam konsorsium proyek PSEL besutan Zhejiang Weiming untuk membangun fasilitas di Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Hingga saat ini, pihak perseroan masih menantikan proses persetujuan sekaligus penerimaan notifikasi mengenai perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum sehubungan dengan adanya perubahan struktur pemegang saham di tiap-tiap perusahaan konsorsium. 

Sementara itu, Zhejiang Weiming sendiri sebelumnya sudah ditunjuk oleh Danantara selaku mitra pengembang untuk mengelola dua dari empat proyek PSEL pada fase pertama, yakni di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya. 

Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan Danantara, pihak operator global diwajibkan untuk bermitra dengan perusahaan lokal asal Indonesia demi memicu terjadinya alih teknologi sekaligus mempererat kerja sama dengan jajaran pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan di tingkat lokal.

Zhejiang Weiming diakui sebagai salah satu korporasi pengolahan sampah menjadi energi paling besar di China. Di tahun 2025, keseluruhan pasokan listrik yang diproduksi dari aktivitas pemrosesan sampah oleh korporasi ini sudah menyentuh angka 4,62 miliar kilowatt hour (kWh). 

Masuknya SOFA ke dalam proyek investasi ini juga sekaligus menjadi tonggak kelanjutan transisi bisnis yang sedang dilakukan oleh perseroan. 

Emiten yang pada masa lalu menggunakan nama Boston Furniture Industries ini telah memetakan ulang nama korporasinya menjadi Solusi Environment Asia demi memperlebar fokus bisnis ke bidang energi serta lingkungan.

Sebelumnya, SOFA juga sempat berpartisipasi dalam proses lelang proyek waste-to-energy Danantara lewat konsorsium yang dirancang bersama Hunan Construction Engineering Group Co. dari China serta Kintan Usahasama Sdn. Bhd. asal Malaysia. 

Melalui kepemilikan saham sebesar 10% di dua perusahaan konsorsium PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya ini, perseroan kini secara sah telah terlibat langsung dalam proyek strategis nasional pada bidang pemanfaatan sampah menjadi pasokan energi listrik.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua