Adira Finance Bukukan Pembiayaan Baru Rp 11,9 Triliun Awal 2026

ILUSTRASI, Adira Finance
Selasa, 05 Mei 2026 | 13:34:28 WIB

JAKARTA – Realisasi pembiayaan baru Adira Finance mencapai Rp 11,9 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh sebesar 5,2% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengawali tahun 2026 dengan catatan kinerja yang cukup mengesankan. Perusahaan berhasil membukukan kenaikan signifikan pada penyaluran dana ke konsumen selama tiga bulan pertama.

Angka pembiayaan baru Adira Finance yang menyentuh Rp 11,9 triliun menjadi bukti kuatnya daya beli masyarakat. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,2% jika dibandingkan dengan perolehan pada kuartal I-2025.

Sektor otomotif masih menjadi tulang punggung utama dalam struktur portofolio pinjaman perusahaan tersebut. Minat masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan bermotor terlihat tetap stabil meskipun kondisi ekonomi global dinamis.

Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi pada segmen mobil, namun juga merambah ke pembiayaan motor. Selain itu, lini bisnis non-otomotif seperti pembiayaan multiguna turut menyumbang kontribusi yang cukup berarti.

Strategi pemasaran yang agresif melalui berbagai pameran otomotif di awal tahun terbukti sangat efektif. Perusahaan juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dealer untuk menjangkau nasabah yang lebih luas.

Transformasi digital yang dijalankan secara konsisten mempermudah masyarakat mengakses layanan keuangan milik Adira Finance. Proses pengajuan yang lebih cepat dan transparan menjadi daya tarik utama bagi para calon debitur.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa keberhasilan ini selaras dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Fokus pada kualitas aset tetap menjadi prioritas di tengah ekspansi kredit yang terus dilakukan secara masif.

"Pertumbuhan pembiayaan baru ini mencerminkan optimisme kami terhadap kondisi ekonomi nasional di tahun 2026," ujar Direktur Adira Finance sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak manajemen meyakini bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun mendatang. Kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan yang ditawarkan menjadi modal utama bagi keberlangsungan bisnis perusahaan.

Secara rinci, pembiayaan untuk kendaraan roda empat mengalami peningkatan yang cukup stabil di berbagai wilayah. Sementara itu, segmen roda dua juga menunjukkan angka penjualan yang cukup menggembirakan bagi perusahaan.

Kehadiran produk-produk pembiayaan hijau atau kendaraan listrik mulai mendapatkan perhatian khusus dari para konsumen. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Kualitas piutang pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau NPL yang berada di level rendah. Pengelolaan risiko yang ketat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah pertumbuhan.

Adira Finance juga berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Inovasi produk akan terus diperkenalkan guna memenuhi kebutuhan finansial masyarakat yang kian beragam saat ini.

Keberhasilan mengantongi pembiayaan baru Adira Finance sebesar Rp 11,9 triliun menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan. Perusahaan optimis dapat mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan industri pembiayaan yang semakin ketat.

Peningkatan efisiensi operasional juga menjadi fokus internal agar margin keuntungan tetap terjaga dengan baik. Dukungan dari perusahaan induk, Bank Danamon, memberikan keunggulan kompetitif dalam hal akses pendanaan yang lebih murah.

Melalui jaringan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, pelayanan kepada nasabah dapat dilakukan dengan optimal. Perusahaan terus berupaya memperpendek jarak dengan konsumen melalui kehadiran aplikasi digital yang semakin mumpuni.

Kinerja yang solid pada kuartal pertama ini diharapkan menjadi pemicu untuk pencapaian yang lebih besar lagi. Seluruh elemen perusahaan bekerja keras demi menjaga momentum pertumbuhan yang sudah diraih pada awal tahun 2026.

Secara keseluruhan, angka Rp 11,9 triliun tersebut menjadi indikator kesehatan bisnis Adira Finance saat ini. Publik kini menantikan langkah strategis berikutnya yang akan diambil oleh emiten berkode saham ADMF tersebut.

Langkah ekspansi yang terukur diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi secara luas. Adira Finance tetap berkomitmen untuk menjadi mitra setia dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan dan barang modal masyarakat.

Reporter: Gemilang Ramadhan