INDY Percepat Diversifikasi Bisnis Jauhi Sektor Batu Bara
JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi salah satu perusahaan yang sangat gencar melakukan diversifikasi dari bisnis batu bara. Langkah diversifikasi ini merupakan bagian penting dari transformasi jangka panjang yang sedang dijalankan oleh perseroan.
Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan bahwa INDY terus melanjutkan pengembangan diversifikasi bisnis.
“Di sektor kendaraan listrik (EV), kami terus memperluas ekosistem secara terintegrasi, mencakup motor listrik melalui ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet-as-a-service melalui KALISTA, distributorship untuk bus listrik, dan armada listrik untuk sektor pertambangan melalui INVI,” ucap Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada awal tahun ini, ALVA secara resmi telah meluncurkan produk motor listrik terbarunya yaitu seri N3 Next Gen. Kemudian pada Februari lalu, ALVA dan KALISTA menjalin kerja sama dengan perusahaan logistik Dash Electric untuk infrastruktur kendaraan listrik.
Kerja sama tersebut mencakup penggunaan 500 unit motor listrik ALVA N3 untuk mendukung sektor logistik. Menurut Ricky, kolaborasi ini merupakan salah satu implementasi skala besar penggunaan kendaraan listrik roda dua di Indonesia.
Selain sektor roda dua, pada awal April KALISTA juga bekerja sama dengan perusahaan tekstil PT Prima Rajuli Sukses. Perusahaan tekstil tersebut kini mulai mengadopsi empat truk listrik untuk mendukung seluruh kegiatan operasional mereka.
Sementara itu, unit bisnis INVI pada Februari lalu telah melaksanakan uji coba operasional bus listrik di Semarang. Proyek ini bekerja sama dengan Trans Semarang sebagai langkah penguatan kesiapan transportasi publik berbasis listrik.
Terkait bisnis mineral, Ricky menuturkan bahwa progres proyek tambang emas Awak Mas sudah mencapai 55 persen. “Saat ini [tambang Awak Mas] berada pada tahap pengembangan lanjutan, dengan target uji coba produksi di Desember 2026 dan first gold di kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Direktur Utama Indika Energy Azis Armand sebelumnya menyebutkan bahwa 95,4 persen dana capex dialokasikan untuk sektor non-batu bara. Total nilai capex tersebut mencapai US$132,6 juta yang fokus pada tambang emas dan bisnis hijau.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan,” ujar Azis sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Realisasi belanja modal INDY selama tahun 2025 secara keseluruhan tercatat telah mencapai angka sebesar US$139,0 juta. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk mineral emas sebesar US$100,1 juta dan tenaga surya sebesar US$7,1 juta.
Untuk sektor batu bara, perseroan hanya mengalokasikan dana pemeliharaan di Kideco sebesar US$6,5 juta saja. Azis menegaskan bahwa INDY tetap fokus pada efisiensi operasional di tengah dinamika pasar batu bara global.
“Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” tutur Azis Armand sebagaimana dilansir dari berita sumber.