Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) Perluas Pengembangan Properti

ILUSTRASI. Rumah Kota Green Valley, perumahan susun semi apartemen 4 lantai yang dikembangkan PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) (Sumber Gambar : industri.kontan.co.id)
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:50:28 WIB

JAKARTA – Emiten properti yang berbasis di Balikpapan, PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG) telah menyiapkan rencana besar untuk melakukan ekspansi ke wilayah Jabodetabek. Perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) dengan jumlah yang lebih besar pada 2026 mendatang seiring dengan langkah ekspansi tersebut.

Direktur KBAG Budi Hariyanto Hartono menjelaskan bahwa tambahan capex ini akan difokuskan guna mendukung pengembangan proyek-proyek yang sudah berjalan maupun ekspansi ke wilayah baru, termasuk di Jakarta Barat dan Jonggol, Kabupaten Bogor. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Perseroan mengalokasikan capex yang lebih besar pada 2026 seiring dengan rencana ekspansi dalam pengembangan proyek yang berjalan,” ujarnya dalam paparan publik pada hari Senin (11/5/2026).

Budi menambahkan bahwa pertumbuhan kinerja di tahun 2026 akan ditopang oleh proyek eksisting di Balikpapan, Kalimantan Timur, yaitu Green Hill dan Green Valley 2. 

Selain itu, pengembangan proyek properti juga mulai diperluas ke Jonggol dan Jakarta Barat. Pada proyek Green Valley, KBAG sudah menuntaskan pembangunan 11 blok rusunami yang mencakup 864 unit dan 24 unit rumah tapak dengan progres mencapai 100%. 

Di akhir 2025, pembangunan Blok M yang terdiri dari 60 unit rusunami serta 20 unit kios juga telah diselesaikan. Memasuki tahun 2026, KBAG akan kembali mengawali pembangunan Blok N yang terdiri atas 84 unit rusunami dan 12 unit kios yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun tersebut.

Di luar proyek yang telah berjalan, KBAG memiliki portofolio aset melalui entitas usahanya seperti PT Singasari Purabuana, PT Arthapurwa Budijaya, dan PT Kharismatama Niagamakmur. 

PT Singasari Purabuana (SPB) sebagai entitas anak langsung memiliki lahan seluas 1.083.358 meter persegi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Bogor. Proyek tersebut direncanakan menjadi perumahan dan kini sedang dalam tahap persiapan serta pembebasan lahan.

Selanjutnya, PT Arthapurwa Budijaya (APB) memiliki tanah seluas 641.269 meter persegi yang juga berlokasi di Desa Singasari, Jonggol, yang akan dikembangkan menjadi area perumahan. 

Sementara itu, PT Kharismatama Niagamakmur (KNM) memiliki properti investasi seluas 6.895 meter persegi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat. 

Dengan lokasinya yang strategis, perusahaan berencana membangun apartemen beserta fasilitas penunjangnya. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami berencana untuk memperluas wilayah operasional di Jakarta Barat dan Jonggol, yang berkembang pesat,” jelasnya.

Guna mendukung pemasaran, KBAG menerapkan strategi promosi yang dinamis baik melalui media digital maupun konvensional, termasuk aktif mengikuti pameran perumahan. 

Perusahaan juga menekankan kualitas proyek melalui pemilihan bahan baku selektif dan desain hunian fungsional untuk menyasar kaum milenial dan pasar menengah. KBAG turut mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional pada bagian promosi.

Di sisi lain, perusahaan melakukan penyesuaian penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) agar sesuai dengan kebutuhan bisnis terkini, yakni fokus pada operasional dan modal kerja demi target pertumbuhan 2026. 

Melalui percepatan proyek, pertumbuhan penjualan, dan efisiensi, KBAG optimis kinerja keuangan akan meningkat secara bertahap. Pada tahun 2025, KBAG mencatatkan pendapatan Rp21,28 miliar atau tumbuh 44,64% dibandingkan Rp14,71 miliar pada tahun sebelumnya. 

Capaian ini didorong oleh pendapatan rusunami dan pengelolaan lingkungan, sehingga rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp9,66 miliar pada 2025 dari sebelumnya Rp24,25 miliar pada 2024.

Reporter: Gemilang Ramadhan