Susunan Baru Direksi dan Komisaris Wijaya Karya Hasil RUPST

ILUSTRASI, WIKA (Sumber Gambar : premium.bisnis.com)
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:18:31 WIB

JAKARTA – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melakukan perombakan pada susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan di WIKA Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Perubahan pada jajaran manajemen tersebut menjadi salah satu agenda utama perseroan sebagai upaya untuk memperkuat transformasi serta kinerja perusahaan di masa mendatang.

Dalam rapat itu, pemegang saham memutuskan Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama WIKA. Dirinya akan didampingi oleh Hadjar Seti Adji yang menjabat Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, serta Hananto Aji selaku Direktur Operasi I. 

Selain itu, RUPST menetapkan Sonny Setyadhy sebagai Direktur Operasi II, Vera Kirana menjabat Direktur Manajemen Risiko dan Legal, serta Mulyadi selaku Direktur Keuangan.

"Dewan Komisaris Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Komisaris Independen Adityawarman, Komisaris Independen Harris Arthur Hedar dan Komisaris Suwarta," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harris Arthur Heda merupakan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional yang sekaligus menjabat sebagai Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).

SUSUNAN PENGURURS PERSEROAN

A. DIREKSI

Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra

Direktur Manajemen SDM dan Transformasi: Hadjar Seti Adji

Direktur Operasi I: Hananto Aji

Direktur Operasi II: Sonny Setyadhy

Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Vera Kirana

Direktur Keuangan: Mulyadi

A. DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama: Apri Artoto

Komisaris Independen: Suryo Hapsoro Tri Utomo

Komisaris Independen: Adityawarman

Komisaris Independen: Harris Arthur Hedar

Komisaris: Suwarta

Di samping perubahan susunan pengurus, RUPST menyetujui sejumlah agenda penting lainnya, mulai dari laporan tahunan serta laporan keuangan tahun buku 2025, laporan mengenai penggunaan dana penyertaan modal negara (PMN), hingga perubahan pada anggaran dasar perseroan. 

Pihak manajemen berharap susunan baru direksi dan komisaris ini dapat memperkokoh langkah transformasi bisnis WIKA di tengah tantangan industri konstruksi dan infrastruktur yang masih dinamis.

Reporter: Gemilang Ramadhan