Rupiah Kian Tertekan, Diprediksi Sentuh Rp17.430 per Dolar AS Hari Ini.

ILUSTRASI, Rupiah Dollar (Sumber Gambar : infobanknews.com)
Selasa, 12 Mei 2026 | 11:52:17 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Selasa 12 Mei 2026, diproyeksikan akan bergerak secara fluktuatif namun berpotensi berakhir melemah di kisaran Rp17.380 sampai Rp17.430 per dolar AS.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, merujuk pada data RTI Infokom hari Senin (11/5/2026), kurs rupiah tercatat turun sebesar 32 poin ke posisi Rp17.414 per dolar AS. 

Pada waktu yang sama, indeks dolar AS justru menguat 0,09 persen ke level 97,98. Fenomena ini sejalan dengan mayoritas mata uang di wilayah Asia yang juga berakhir di zona merah.

Mata uang Yen Jepang tercatat melemah 0,28 persen, disusul oleh won Korea yang turun 0,37 persen. Baht Thailand serta dolar Hong Kong pun turut mengalami depresiasi masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa tren penguatan dolar AS disebabkan oleh posisi tegas Presiden AS Donald Trump yang menampik proposal perdamaian terkini dari pihak Iran. 

Trump menilai respons dari Teheran sama sekali tidak bisa diterima, sehingga memupus ekspektasi pasar terkait penurunan ketegangan di area Teluk.

“Komentar tersebut meningkatkan risiko geopolitik. Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup sejak konflik dimulai,” ujar Ibrahim dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (11/5/2026).

Ibrahim menjelaskan lebih lanjut bahwa pelaku pasar kini tengah menunggu agenda kunjungan Trump ke China untuk menemui Presiden Xi Jinping di Beijing pada akhir pekan ini demi mendiskusikan persoalan dagang hingga isu konflik Iran. 

Di samping itu, para penanam modal juga memperhatikan pengumuman data inflasi AS periode April dan data penjualan ritel yang dijadwalkan terbit pekan ini.

Dari sisi domestik, sebenarnya terdapat sentimen yang tergolong positif setelah pihak Bank Indonesia (BI) mempublikasikan Survei Konsumen April 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terpantau naik tipis menuju level 123,0 jika dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar 122,9.

“Terjaganya keyakinan konsumen didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini [IKE] yang naik ke level 116,5, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan daya beli,” pungkas Ibrahim sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, ia berpendapat bahwa dominasi faktor eksternal, baik dari aspek geopolitik maupun antisipasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve, masih memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Reporter: Gemilang Ramadhan