Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta, Pasar Modal RI Makin Kokoh
JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa kenaikan jumlah investor domestik menjadi elemen penting yang membuat pasar modal Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global.
Menurut Friderica, yang akrab disapa Kiki, jumlah investor di pasar modal Indonesia kini telah mencapai 26,8 juta single investor identification (SID).
Jika dihitung dari akhir tahun lalu, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 6,4 juta investor. “Jumlah investor Indonesia sudah 26,8 juta. Sejak akhir tahun sudah bertambah 6,4 juta, ini luar biasa. Jadi apa yang kami khawatirkan dengan jumlah investor domestik yang semakin besar?” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kiki menjelaskan bahwa di awal tahun ini, pasar modal tanah air sempat mendapat tekanan global. Hal ini dipicu oleh pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International yang menyebabkan volatilitas di akhir Januari 2025, serta adanya koreksi outlook dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch Ratings.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel pada Februari lalu turut menekan pasar keuangan global, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz.
Meski demikian, Kiki meyakini pasar modal Indonesia saat ini jauh lebih siap menghadapi guncangan eksternal karena regulator konsisten melakukan reformasi integritas dan penguatan fundamental pasar.
“Ketika guncangan itu terjadi, kami sudah membenahi apa yang menjadi PR kami, yang menjadi concern para investor global terkait market Indonesia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
OJK terus memacu partisipasi investor domestik, baik ritel maupun institusi, agar pasar modal nasional tidak hanya bergantung pada dana asing. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas pasar agar tidak mudah goyah.
Ia berpendapat bahwa basis investor lokal yang semakin luas akan memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia saat terjadi arus modal keluar (outflow) asing akibat dinamika global.
“Supaya ketika terjadi dinamika dan gejolak dari luar Indonesia, sementara fundamental kami baik, maka investor domestik inilah yang akan menjadi penopang market kami,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menambahkan bahwa selama pondasi ekonomi Indonesia tetap solid, maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal harus terus dijaga. Kedepannya,
OJK berkomitmen melanjutkan perbaikan melalui delapan rencana aksi strategis yang mencakup peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga penegakan hukum.
“Semua hal yang kami sampaikan di dalam delapan aksi reformasi integritas sudah kami deliver, baik itu keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1%, kemudian granularitas data dari sembilan klasifikasi menjadi 39 klasifikasi. Semua hal itu sudah kami lakukan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.