Harga Saham Tinggi, RAJA Putuskan Stock Split Rasio 1 banding 5

PT Rukun Raharja Tbk (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 13 Mei 2026 | 11:11:04 WIB

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) memiliki rencana untuk melaksanakan aksi korporasi berupa pemecahan nilai saham atau stock split. Rasio yang ditetapkan adalah 1:5, di mana nilai nominal yang semula Rp25 per saham akan berubah menjadi Rp5 per saham.

Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, menjelaskan bahwa langkah stock split ini akan mengubah struktur saham perusahaan, baik dari aspek nilai nominal maupun total jumlah saham yang beredar di pasar. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yuni dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (13/5/2026) menyatakan:

“Perseroan berencana untuk melaksanakan Pemecahan Saham (Stock Split) dengan rasio 1:5 (1 (satu) saham lama menjadi 5 (lima) saham baru), sehingga nilai nominal saham turun dari Rp25 menjadi Rp5 per saham."

Sebelum dilakukannya aksi korporasi ini, total saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan adalah sebanyak 4.227.082.500 saham. 

Setelah pemecahan saham tersebut efektif, jumlahnya akan melonjak menjadi 21.135.412.500 saham. Selain itu, nilai nominal saham akan resmi berganti menjadi Rp5 per saham.

Pihak manajemen RAJA sendiri sudah mengantongi persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat surat No. S-05213/BEI.PP2/05-2026 pada 5 Mei 2026. Sebelumnya, rencana ini telah disampaikan melalui surat resmi No. RR/DIR/17.120/IV/2026 tertanggal 17 April 2026.

Yuni memaparkan bahwa keputusan stock split ini diambil dengan merujuk pada praktik umum di pasar modal serta sebagai langkah meningkatkan kualitas perdagangan saham perusahaan. 

Salah satu alasan utamanya adalah posisi harga saham RAJA yang saat ini dinilai sudah cukup tinggi. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menjelaskan:

“Harga saham Perseroan saat ini telah berada pada level yang relatif tinggi, yaitu sebesar Rp4.170 per saham (berdasarkan harga penutupan per 12 Mei 2026), yang mengakibatkan nilai investasi minimum untuk 1 (satu) lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor.”

Ia menambahkan bahwa stock split ini diharapkan mampu memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas cakupan investor, serta membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel tanpa mengurangi total nilai kapitalisasi pasar perusahaan. 

Langkah ini juga dimaksudkan untuk mendukung terciptanya aktivitas perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien di BEI. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yuni menegaskan:

“Pemecahan saham tidak berdampak negatif terhadap posisi keuangan Perseroan.” tutup Yuni.

Reporter: Gemilang Ramadhan