RUPS Telkom (TLKM) Diadakan Juni 2026 dan Estimasi Nilai Dividennya
JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada bulan depan. Melalui momentum ini, TLKM turut membagikan kisi-kisi mengenai besaran dividen yang bakal disalurkan kepada para pemegang saham.
Berdasarkan informasi resmi, agenda RUPS tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 8 Juni 2026. Sejumlah mata acara rapat yang akan dibahas meliputi persetujuan aksi beli kembali saham (buyback), hingga keputusan mengenai pemanfaatan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Direktur Telkom Arthur Angelo Syailendra memaparkan bahwa untuk dividen tahun buku 2025 ini, TLKM memproyeksikan nominal yang serupa dengan perolehan pada tahun buku 2024. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami berharap dividen bisa mencapai angka yang setidaknya sama dengan dividen yang kami bayarkan untuk tahun buku 2024,” kata Angelo dalam earning calls TLKM, Selasa (12/5/2026).
Untuk diketahui, pada tahun buku 2024 yang lalu, TLKM menggelontorkan dividen dengan porsi mencapai 89% dari total laba bersih. Nilai dividen yang dialokasikan tersebut menyentuh angka Rp21,04 triliun, atau setara dengan Rp212,46 per lembar saham.
Pembayaran dividen TLKM untuk periode tahun buku 2024 itu sekaligus mencatatkan rekor sebagai nilai total tertinggi yang pernah dibayarkan oleh perseroan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir.
Sepanjang tahun 2025, TLKM berhasil membukukan laba bersih senilai Rp17,8 triliun dengan perolehan net income margin di angka 12,1%. Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan normalized net income sebesar Rp22,7 triliun dengan capaian normalized net income margin sebesar 15,4%.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan bahwa performa positif tersebut didorong oleh pendapatan konsolidasi perseroan yang menembus Rp146,7 triliun di sepanjang tahun 2025.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026,” kata Dian dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).