Laba Bersih Japfa Melejit 167 Persen Jadi Rp1,82 Triliun di Kuartal I
JAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp1,82 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026. Keuntungan bersih perusahaan perunggasan ini meningkat tajam sejalan dengan performa penjualan yang turut mengalami kenaikan.
Berdasarkan laporan keuangan periode Januari-Maret 2026 yang belum diaudit sebagaimana dilansir dari berita sumber, JPFA membukukan peningkatan neto sebesar 23,6% secara year on year (YoY) hingga menyentuh angka Rp17,71 triliun. Seluruh lini penjualan korporasi terpantau mengalami penguatan secara bersamaan.
Jika dirinci, lini peternakan komersial meningkat 26,3% YoY menjadi Rp7,04 triliun, lini pakan ternak naik sebanyak 25,6% YoY menjadi Rp4,87 triliun, lini pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen bertambah 24,6% menjadi Rp3,19 triliun, lini budidaya perairan terkerek 4,4% YoY menjadi Rp1,22 triliun, lini pembibitan unggas melonjak 29,8% YoY menjadi Rp1,09 triliun, serta lini perdagangan dan lainnya terangkat sebesar 5,1% YoY menjadi Rp617,53 miliar.
Namun di waktu yang sama, beban pokok penjualan perusahaan melonjak 13,4% YoY menjadi Rp13,19 triliun. Berdasarkan pos beban tersebut, nilai biaya produksi secara keseluruhan menyumbang Rp11,68 triliun atau terkerek 2,5% YoY.
Laba kotor JPFA selama Januari-Maret 2026 terekam berada di angka Rp4,52 triliun, atau tumbuh 67,7% YoY.
Sedangkan pada pos bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih menyentuh Rp1,82 triliun, meroket hingga 167% YoY jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Apabila melihat posisi neraca keuangan perusahaan, JPFA sanggup menekan total liabilitas secara year to date (YtD), kendati secara keseluruhan jumlah aset perusahaan mengalami sedikit penurunan.
Sepanjang kuartal pertama 2026, kewajiban jangka pendek JPFA menyusut 32,2% YtD menjadi Rp11,20 triliun, akan tetapi kewajiban jangka panjang terpantau naik sebesar 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun.
Jumlah keseluruhan liabilitas JPFA tercatat berada di angka Rp17,31 triliun atau mengalami penurunan 13,6% YoY. Selanjutnya, jumlah ekuitas perusahaan terkerek naik 10% YtD hingga menyentuh Rp22,02 triliun.
Maka dari itu, nilai aset keseluruhan yang dikumpulkan oleh JPFA sepanjang triwulan pertama 2026 berada di posisi Rp39,33 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 1,8% YtD.