Pendapatan Cahayasakti Investindo Melonjak 263 Persen di Kuartal I 2026

Gedung CSIS (Sumber Gambar : csis.or.id)
Senin, 18 Mei 2026 | 10:48:57 WIB

JAKARTA – PT Cahayasakti Investindo Tbk (CSIS) mencatatkan raihan kinerja keuangan yang positif pada pembukaan tahun 2026. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, di kuartal I-2026, nilai pendapatan CSIS meningkat tajam 263% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 38,4 miliar dibanding Rp 10,57 miliar pada kuartal I-2025.

Melihat pada bagian bottom line, perolehan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut mengalami kenaikan yang berarti ke angka Rp 10,92 miliar dari yang sebelumnya Rp 193 juta di periode yang sama tahun lalu.

Founder sekaligus Direktur Utama Cahayasakti Investindo Sukses, Tjoea Aubintoro mengungkapkan, pencapaian perolehan pendapatan ini ditopang oleh pengakuan pendapatan yang berasal dari penjualan lahan di wilayah Kawasan Industri Cikembar.

Menurut pandangannya, kenaikan ini memperlihatkan bahwa Cikembar mulai mendatangkan kontribusi yang makin riil bagi kinerja perseroan di awal tahun ini.

Jika dibedah dari struktur pendapatan, penjualan landbank di KIC saat ini juga dinilai sudah bertransformasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan yang utama. 

Di samping itu, sektor bisnis lainnya seperti penjualan unit gudang (warehouse), pemasukan dari sewa gudang, hingga pendapatan yang didapat dari service charge di Kawasan Industri Sentul (KIS) dilaporkan turut memberikan andil yang stabil sekaligus memperkokoh pendapatan berulang (recurring income) perseroan.

"Selain kontribusi dari Cikembar, Perseroan tetap memperoleh dukungan dari kawasan industri Sentul yang telah beroperasi dan memberikan pendapatan berulang melalui service charge dan sewa," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila dilihat dari aspek profitabilitas, pihak manajemen CSIS menilai bahwa kenaikan tajam pada laba bersih mengindikasikan bahwa monetisasi lahan industri mampu menyumbang margin yang bagus. Hal tersebut dinilai selaras dengan langkah strategis perseroan dalam memaksimalkan aset kawasan.

Di sisa bulan pada tahun ini, CSIS dikabarkan bakal berkonsentrasi pada realisasi pemanfaatan dana rights issue demi menunjang pengerjaan infrastruktur Cikembar, menguatkan fasilitas di area kawasan, serta mendongkrak kesiapan lahan guna menjawab kebutuhan para calon tenant. 

Lewat upaya itu, perusahaan mencanangkan target marketing sales menyentuh Rp 120 miliar di tahun 2026 atau meningkat 50% yoy dengan alokasi target belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran Rp 200 miliar. Dana belanja modal tersebut diprioritaskan utamanya untuk pengerjaan Kawasan Industri Cikembar.

Pada sisi yang lain, perseroan juga tetap mematangkan rencana pengerjaan Tenjojaya yang berlokasi di Sukabumi demi dijadikan sebagai katalis roda pertumbuhan jangka panjang yang diproyeksikan mampu melebarkan sumber nilai bagi CSIS di masa depan.

Berdasarkan penilaian Tjoea, capaian performa di kuartal pertama ini memperlihatkan bahwa taktik monetisasi aset yang dijalankan sudah mulai membuahkan hasil bagi perseroan.

"Ke depan, CSIS akan tetap disiplin dalam mengembangkan Cikembar sebagai pilar pertumbuhan utama, sekaligus melanjutkan pengembangan Tenjojaya sebagai kawasan jangka panjang berbasis pertanian terpadu, wellness, dan senior living," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan