IFSH Mencari Tambang baru, Incar Penjualan 1,49 Juta Ton Nikel

ILUSTRASI, IFSH (Sumber Gambar : kontan.co.id)
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:30:16 WIB

JAKARTA – Emiten pertambangan nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menargetkan volume penjualan bijih nikel sebesar 1,49 juta ton pada tahun 2026. Target ini bakal ditopang oleh strategi perusahaan untuk mengakuisisi beberapa tambang baru yang berlokasi di Sulawesi dan Maluku.

Direktur Utama IFSH, Muhammad Ishaq, memaparkan bahwa target volume tersebut disesuaikan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Di sisi lain, realisasi penjualan perseroan pada tahun sebelumnya berada di angka 1,29 juta ton, atau belum mencapai target awal RKAB yang dipatok sebesar 2,2 juta ton.

“Di 2026, kami akan menjual 1,49 juta metrik ton atau sesuai dengan RKAB yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM,” ucap Ishaq dalam paparan publik yang digelar hari ini, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Demi menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang, IFSH saat ini aktif menjajaki peluang akuisisi tambang baru di wilayah Sulawesi dan Maluku. Pihak perseroan bahkan sudah melangsungkan proses uji tuntas (due diligence) di beberapa lokasi yang dinilai potensial.

Sejauh ini, IFSH telah memetakan sekitar 4 hingga 6 tambang baru. Dari jumlah tersebut, setengahnya ditargetkan dapat rampung dieksekusi proses akuisisinya sepanjang tahun 2026.

Direktur Keuangan IFSH, Iwan Luison, mengutarakan bahwa perusahaan menganggarkan belanja modal atau capex sebesar Rp45 miliar untuk tahun 2026. Alokasi dana tersebut dibagi menjadi Rp40 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan Rp5 miliar untuk keperluan operasional.

Pada momen yang sama, IFSH menetapkan pembagian dividen tunai yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini.

Perseroan bakal membagikan dividen senilai Rp26 per lembar saham, sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp50 miliar. Rasio pembagian dividen ini setara dengan payout ratio berkisar 69,32% dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025.

Sepanjang tahun 2025, IFSH mengantongi penjualan bersih konsolidasian senilai Rp1 triliun. Angka perolehan ini memperlihatkan kenaikan sebesar 2,90% jika disandingkan dengan pencapaian tahun 2024 yang bertengger di posisi Rp972,71 miar. 

Kenaikan performa bisnis IFSH dirangsang oleh kuatnya sektor bisnis nikel serta melesatnya sumbangsih penjualan pasir silika lewat anak usahanya, PT Hangtian Nur Cahaya.

IFSH pun sukses mengukir pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 6,40% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026 menjadi Rp106,52 miliar, naik dari raihan periode sebelumnya yang berada di angka Rp100,11 miliar.

Reporter: Gemilang Ramadhan