Bisnis Solusi Digital Jadi Andalan, Pendapatan ASGR Naik 5,34 Persen

LUSTRASI, Gedung PT Astra Graphia (Sumber Gambar : astragraphia.co.id)
Senin, 25 Mei 2026 | 09:46:10 WIB

JAKARTA – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) senantiasa mencermati adanya peluang untuk menumbuhkan bisnis di tengah merebaknya tren pola kerja hibrida (hybrid working) serta digitalisasi perkantoran yang menggeser pola kebutuhan akan layanan pencetakan (printing) maupun solusi dokumen (document solution). 

Pihak manajemen ASGR mengungkapkan bahwa transformasi tersebut justru membuka ruang baru untuk berekspansi, terutama pada lini bisnis solusi digital serta layanan teknologi informasi.

Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia Satryo Dewandono memaparkan, skema kerja jarak jauh (remote) dan hibrida memang berpotensi memangkas volume pencetakan di area perkantoran. 

Kendati demikian, perusahaan mengidentifikasi adanya peluang ekspansi pada sektor solusi digital, mulai dari manajemen dokumen hingga penyediaan perangkat teknologi informasi (TI).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Astra Graphia terus berupaya meningkatkan penyebaran jumlah instalasi mesin yang berfokus pada segmen dengan potensi tinggi, seperti financial services, graphic art, dan manufacturing,” ujar Satryo kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, kebutuhan terhadap pencetakan konvensional saat ini mulai beralih ke arah layanan pengelolaan dokumen digital (digital document management) dan solusi berbasis awan (cloud-based solution). 

Walaupun volume pencetakan secara nasional diperkirakan masih akan tertekan, ASGR mendeteksi adanya peluang pertumbuhan baru pada sektor cloud services, AI-based solutions, dan managed services.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Permintaan terhadap pencetakan fisik cenderung menurun, tetapi diimbangi peningkatan kebutuhan layanan digital document management, e-document solutions, cloud printing, serta managed print services,” jelasnya.

Pihak Astra Graphia juga memproyeksikan bahwa permintaan untuk solusi pencetakan warna (color printing), graphic communication, serta layanan berbasis digital bakal tetap tumbuh selaras dengan meningkatnya kebutuhan sektor korporasi terhadap efisiensi operasi dan komunikasi visual.

Guna mempertahankan keunggulan kompetitif, pihak manajemen ASGR berkonsentrasi pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan lewat penguatan penetrasi pasar warna (color market), ekspansi bisnis komplementer seperti solusi dokumen, layanan infrastruktur TI, dan managed services, serta peningkatan nilai tambah melalui integrasi teknologi digital.

Salah satu pilar pengembangan utama perusahaan adalah Smart Office Solution yang mengintegrasikan layanan cloud printing & scanning, digital document automation & document management system, digital form processing, hingga digital signature.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Smart Office Solution merupakan inovasi solusi alur kerja digital yang mendukung cara kerja lebih aman dan efisien mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pendistribusian dokumen agar semakin terintegrasi dengan perangkat multifungsi dari FUJIFILM Business Innovation secara komprehensif,” ungkap Satryo.

Terkait kontribusi lini bisnis, ASGR masih bertumpu pada segmen business to business (B2B). Sektor korporasi beserta institusi saat ini bertindak sebagai penggerak utama sekaligus penyumbang terbesar bagi total pendapatan yang diraih perusahaan.

Menilik pada performa keuangan, ASGR berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp 759,82 miliar pada kuartal I-2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,34% jika dibandingkan dengan perolehan sebesar Rp 721,28 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Sementara itu, angka laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami lonjakan signifikan sebesar 86,23% menjadi Rp 69,48 miliar, dari perolehan sebelumnya yang berada di angka Rp 37,31 miliar pada kuartal I-2025.

Reporter: Gemilang Ramadhan