Perkuat Layanan Teknologi Informasi, Astra Graphia Pacu Fokus Bisnis 2026
JAKARTA - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) kian gencar memperkokoh lini bisnis solusi teknologi informasi lewat unit usahanya, Astragraphia Information Technology (AGIT). Langkah ini diambil seiring dengan melonjaknya keperluan transformasi digital di sektor korporasi. Sekarang, sektor solusi teknologi informasi telah menjelma sebagai salah satu penggerak utama bagi pertumbuhan perseroan.
Merujuk pada laporan keuangan yang dirilis perusahaan, perolehan pendapatan dari sektor solusi teknologi informasi menyentuh angka Rp 455,25 miliar sepanjang kuartal I-2026. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan keseluruhan ASGR yang bernilai Rp 759,82 miliar.
Di sisi lain, lini bisnis solusi dokumen menorehkan kontribusi pendapatan sebesar Rp 322,86 billion. Jika ditinjau dari aspek profitabilitas, jumlah laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan tajam sebesar 86,23% menjadi Rp 69,48 miliar pada kuartal I-2026, dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp 37,31 miliar.
Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia, Satryo Dewandono, memaparkan bahwa ekspansi bisnis solusi teknologi informasi menunjukkan tren yang positif sejak tahun lalu.
Capaian tersebut didorong oleh naiknya pendapatan dari sektor layanan IT Services serta Infrastructure as a Service (IaaS), ditambah lagi dengan sokongan dari bisnis principal based.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan ke depan yang berfokus menjadi IT Professional Services,” ujar Satryo kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5).
Pihak ASGR menilai prospek dari bisnis solusi TI sampai penghujung tahun 2026 mendatang masih sangat potensial. Berpatokan pada estimasi International Data Corporation (IDC), nilai belanja teknologi informasi secara keseluruhan diprediksi akan terkerek naik sekitar 13% pada tahun 2026.
Menurut pemaparan Satryo, situasi tersebut menjadi sebuah indikator positif sekaligus momentum berharga buat Astragraphia dalam memacu akselerasi bisnis yang bertumpu pada lini layanan IT Services.
Secara lebih spesifik, perseroan mengintensifkan ekspansi bisnis pada sektor layanan IT Professional Services, di mana cakupannya meliputi IT Managed Services, Cyber Security, IT Operation Services, Infrastructure Solutions, hingga Cloud Services.
Bukan hanya berfokus pada ekspansi usaha, ASGR pun menaruh perhatian besar pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia mereka lewat implementasi program upskilling dan reskilling, serta kokohnya kultur kerja di lingkungan internal perusahaan.
Satryo mengimbuhkan bahwa alokasi investasi yang dikucurkan oleh perseroan di sektor teknologi informasi bakal diarahkan pada aspek-aspek fundamental bisnis.
Tujuannya adalah agar perusahaan mempunyai ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi serta pergeseran kebutuhan pasar.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Teknologi saat ini berkembang tidak hanya untuk mendukung remote working dan remote learning, tetapi juga platform digital seperti cloud, AI, automation, analytics, dan cyber security,” jelasnya.
Walaupun eskalasi persaingan di ranah industri teknologi informasi berjalan kian ketat, ASGR tetap menaruh rasa optimis yang tinggi untuk sanggup memperkuat dominasi posisinya.
Strategi yang diterapkan adalah melalui diferensiasi jenis layanan serta perancangan solusi yang adaptif dengan keperluan dunia korporasi.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Persaingan di bidang IT cukup luas. Kompetitor utama berasal dari perusahaan yang memang fokus bergerak di sektor enterprise information technology,” tutup Satryo.