IHSG 25 Mei Diproyeksi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Pilihan

Ilustrasi IHSG Menguat Hari Ini (Sumber Gambar : Net)
Senin, 25 Mei 2026 | 11:32:04 WIB

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal mengalami penguatan dalam rentang yang terbatas pada sesi perdagangan hari Senin (25/5/2026).

Proyeksi dari VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menunjukkan bahwa IHSG pada Senin (25/5/2026) berpotensi bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat secara terbatas. 

Pergerakan ini diperkirakan berada pada kisaran level support 5.909 dan resistance 6.305, yang didukung oleh indikator RSI yang mulai memperlihatkan arah pembalikan dari area jenuh jual (oversold).

Berdasarkan penilaian Oktavianus Audi, situasi pasar bakal terdorong oleh sentimen dari statemen Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, terkait adanya progres dalam negosiasi damai dengan Iran, yang memicu munculnya spekulasi positif di kalangan pelaku pasar.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dari dalam negeri, pasar akan cenderung wait and see seiring dengan pergerakan rupiah yang dikhawatirkan melanjutkan pelemahan dan hari bursa yang lebih singkat,” katanya, Minggu (24/5/2026).

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa posisi IHSG secara teknikal kini tengah berada pada zona support psikologis yang krusial, mendekati titik terendah ketika terjadi market shock pada tahun 2025 di rentang 5.800–5.900.

Melihat indikator yang sudah tergolong jenuh jual (oversold), kesempatan untuk terjadinya technical rebound pada pembukaan pekan ini masih ada, asalkan IHSG sanggup bertahan di atas zona support tersebut. Pada Senin (25/5/2026), IHSG diprediksi berfluktuasi di kisaran 5.900–6.300, dengan target zona resistance pada rentang 6.300–6.400.

Menurut pandangan Reza Diofanda, para pelaku pasar masih terus memantau dinamika regulasi terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis, khususnya perihal mekanisme serta penerapan di lapangan yang hingga kini memicu beragam tafsir dari para pelaku industri. 

Bersamaan dengan itu, pasar pun tengah mengantisipasi agenda rebalancing indeks MSCI yang akan mulai berlaku efektif per 29 Mei 2026.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Potensi capital outflow masih perlu diwaspadai, khususnya pada saham-saham yang terdampak pengurangan bobot indeks,” paparnya.

Untuk pilihan saham, Reza Diofanda menyarankan aksi buy on break untuk saham MBMA pada harga Rp 490 per saham dengan target resistance di angka Rp 496 - 505 per saham. 

Selanjutnya, opsi beli diberikan untuk saham ESSA dengan target resistance pada level Rp 725 - Rp 750 per saham. Adapun untuk saham CPIN, ia merekomendasikan trading buy dengan target resistance di Rp 4.400 - Rp 4.500 per saham.

Di sisi lain, Oktavianus Audi menyodorkan opsi speculative buy untuk saham INKP dan MBMA dalam transaksi Senin (25/5/2026).

Level support saham INKP berada di Rp 7.600 per saham dengan resistance di Rp 8.650 per saham. Sedangkan untuk MBMA, level support berada di Rp 420 per saham dengan target resistance pada level Rp 550 per saham.

Sebagai informasi tambahan, IHSG sebelumnya ditutup menguat sebesar 67,10 poin atau naik 1,10% menuju level 6.162,04 pada penutupan transaksi hari Jumat (22/5/2026). Walakin, dalam akumulasi selama sepekan, posisi IHSG tercatat masih mengalami penyusutan sebesar 8,35%.

Reporter: Gemilang Ramadhan