Astrindo Lepas 99,9 Persen Saham anak usahanya SBG
JAKARTA – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melakukan divestasi terhadap 99,9% saham dari anak perusahaannya, PT Sintesa Bara Gemilang. Nilai pelepasan saham ini diperkirakan mencapai Rp 1,78 triliun. Anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan serta perdagangan batubara tersebut selanjutnya akan dialihkan kepemilikannya kepada PT Indo Panca Borneo.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, penjelasan Sekretaris Perusahaan BIPI, Kurniawan Budiman, dalam laporan keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (22/5/2026), pihak pembeli Sintesa Bara Gemilang, yakni Indo Panca Borneo, bukanlah perusahaan afiliasi.
Meski begitu, Kurniawan menjelaskan bahwa penjualan 4.995 saham yang sebanding dengan 99,9% saham Sintesa Bara Gemilang ini masuk dalam kategori transaksi material. Kondisi tersebut dikarenakan nilai divestasi yang mencapai Rp 1,79 triliun ini setara dengan 84,19% dari total pendapatan dan setara dengan 39,15% dari keseluruhan aset yang dimiliki oleh BIPI.
Untuk memuluskan agenda tersebut, BIPI diagendakan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 30 Juni 2026.
Manajemen perseroan menyatakan bahwa rencana transaksi ini ditargetkan rampung pada 21 Desember 2026. BIPI juga menambahkan bahwa pihak pembeli berkewajiban untuk menyetorkan dana jaminan kesungguhan sebesar Rp 100 miliar.
Pihak BIPI memaparkan alasan di balik keputusan penjualan ini adalah untuk mengoptimalkan portofolio investasi, memperkuat struktur permodalan, sekaligus meningkatkan likuiditas keuangan perseroan.
Sepanjang tahun 2025, emiten ini mencatatkan pendapatan sebesar US$ 235,09 juta, atau mengalami penurunan sebesar 58,24% secara year-on-year (yoy) dari raihan sebelumnya yang mencapai US$ 562,97 juta. Sejalan dengan itu, perolehan laba bersih BIPI juga merosot tajam sebesar 83,33% secara tahunan hingga menyisakan US$ 1,09 juta.
Fluktuasi saham BIPI pada perdagangan Senin (25/5/2026) terpantau terkoreksi 2,72% dari hari sebelumnya menuju level Rp 179 per lembar saham. Dalam jangka waktu lima hari perdagangan, saham BIPI dilaporkan sudah melemah sedalam 20,8%.