Harga BBM Naik, Asperindo Buka Opsi Penyesuaian Tarif Pengiriman

ILUSTRASI, Gedung Asperindo (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:58:26 WIB

JAKARTA – Nilai jual bahan bakar minyak (BBM) untuk tipe Pertamax saat ini telah menyentuh angka Rp16.250 per liternya. Lonjakan harga ini rupanya ikut memberi pengaruh bagi sektor jasa pengiriman barang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono menyatakan bahwa menaikkan biaya pelayanan pengiriman barang dapat menjadi salah satu pilihan bagi para pelaku usaha setelah harga pertamax melonjak. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Apabila kenaikan biaya operasional berlangsung dalam jangka panjang dan mencapai tingkat yang tidak lagi dapat ditanggung melalui efisiensi internal, maka penyesuaian tarif layanan menjadi hal yang sulit dihindari agar keberlanjutan usaha tetap terjaga," ujar Budiyanto, Kamis (11/6/2026).

Budiyanto menjelaskan bahwa pilihan tersebut bukanlah langkah paling utama. Sektor bisnis pengiriman barang wajib terus mengusahakan bermacam tindakan efisiensi internal lebih dulu demi mempertahankan kekuatan beli para konsumen.

Berikutnya, Asperindo mengimbau para pelaku industri pengiriman barang untuk menjalankan beberapa rencana strategis dalam mengatasi situasi sekarang. Tiap korporasi dihimbau menyiasati efisiensi jalur pengiriman lewat penggunaan teknologi serta sistem optimasi distribusi.

Bukan hanya itu, korporasi juga harus memaksimalkan daya tampung muatan transportasi supaya level keterpakaian armada menjadi lebih tinggi. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Melakukan pengendalian biaya operasional secara menyeluruh tanpa mengurangi kualitas layanan dan memperkuat digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja," kata dia.

Bahkan, korporasi perlu meninjau kembali jaringan distribusi beserta sistem operasional supaya dapat bergerak lebih efektif. 

Budiyanto juga mengimbau korporasi untuk mempertimbangkan peluang penataan tarif secara selektif serta penuh perhitungan jika situasi operasional benar-benar mendesaknya.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Asperindo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak berantai kenaikan harga energi terhadap sektor logistik nasional. Industri logistik merupakan tulang punggung distribusi barang dan penggerak aktivitas ekonomi," tandas Budiyanto.

Reporter: Gemilang Ramadhan